Pengasuh Jadi Tersangka Pemerkosaan Santri, Ponpes Salafiyah Futuhiyah Disebut Kemenag tak Berizin

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah (Jateng) mengatakan, Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Futuhiyah di Kabupaten Grobogan tidak memiliki izin operasional. Pengasuh ponpes tersebut, yakni MZ (57 tahun), telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerkosaan seorang santriwati. 

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Kanwil Kemenag Jateng, Moch Fatkhuronji, mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Ponpes Salafiyah Futuhiyah. Dia mengatakan, ponpes tersebut ternyata tak memiliki izin operasional.

Baca Juga
  • Pengasuh Ponpes di Grobogan Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati, Sempat Cekoki Korban dengan Miras
  • Kutuk Rentetan Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pesantren Berbenah
  • Pemprov Jateng Minta Kemenag Tutup Ponpes Ilegal

Fatkhuronji menambahkan, karena tak mempunyai izin, Kanwil Kemenag Jateng tak dapat menindak Ponpes Salafiyah Futuhiyah. "Karena tak berizin operasional, maka wewenang ada di pemerintah daerah," ujarnya, Ahad (5/7/2026). 

Dia mengungkapkan, Ponpes Salafiyah Futuhiyah hanya memiliki 10 santri. "Mereka sudah kembali ke orang tua masing-masing," kata Fatkhuronji. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Fatkhuronji, dalam penanganan kasus dugaan pemerkosaan santriwati oleh tersangka MZ, pihaknya menjalin koordinasi dengan Kantor Kemenag Grobogan dan Polres Semarang. Selain itu Kanwil Kemenag Jateng juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Grobogan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Grobogan. 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Diet Inspiratif Para Artis yang Bisa Jadi Motivasi, Ada yang Sukses Turunkan BB hingga 60 Kg
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
BMKG: Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Kering akibat El Nino, Puncaknya Agustus-September
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Wapres Gibran Rakabuming Dukung JCI Indonesia Terbitkan Pemimpin Muda yang Siap Bersaing di Tingkat Dunia
• 18 jam lalucumicumi.com
thumb
Ketahanan Dolar AS Diuji Jelang Rapat The Fed
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Seruan Kematian Donald Trump Menggema di Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.