INTAN JAYA, KOMPAS.TV - Tewasnya seorang ibu hamil akibat terkena peluru nyasar di Kabupaten Intan Jaya tak hanya menjadi duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menuai simpati masyarakat.
Warga memberikan penghormatan terakhir sejak dari rumah sakit hingga rumah duka pada Jumat lalu.
Aksi ini menjadi bentuk belasungkawa sekaligus protes atas hari-hari yang masih rawan kekerasan di Intan Jaya.
Koops TNI Habema menyebut peluru yang menewaskan ibu hamil tersebut berasal dari tembakan kelompok kriminal bersenjata.
Sementara itu, Komnas HAM mengungkap ada enam peluru bersarang di rumah korban di Kampung Wandoga. Temuan itu terungkap saat rekonstruksi.
Korban, Melkina Duwitau, tengah hamil delapan bulan saat terkena peluru nyasar di rumahnya.
Korban sempat menjalani operasi, namun nyawa dirinya dan bayinya tidak dapat diselamatkan.
Kasus yang menimpa Melkina menambah daftar panjang kasus penembakan di Kabupaten Intan Jaya.
Baca Juga: Oknum Polisi Diduga Sekap dan Siksa Istri Siri, Kuasa Hukum Korban: Penganiayaan Sejak 2025
#kkb #pelurunyasar #ibuhamil #intanjaya
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- peluru nyasar
- ibu hamil
- intan jaya
- kkb
- tni
- korban peluru nyasar





