Enam Kecamatan di Banjar Masuk Zona Rawan Karhutla

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Banjar: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan memfokuskan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam kecamatan yang dipetakan sebagai wilayah rawan. Langkah ini dilakukan menyusul prediksi musim kemarau 2026 berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea mengatakan kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi faktor penting untuk menekan risiko karhutla.

"Prediksi BMKG menyebutkan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan berada di bawah kondisi normal. Karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dari pemerintah, masyarakat, Manggala Agni, serta seluruh pihak terkait untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujar Yudi, dilansir dari Antara, Minggu, 5 Juni 2026. 

Baca Juga :

BNPB: Tim Gabungan Tangani 5,3 Hektare Karhutla di Banjar

Yudi menjelaskan hasil pemetaan menunjukkan enam kecamatan menjadi prioritas penanganan, yakni Martapura Barat, Martapura Timur, Sungai Tabuk, Gambut, Kertak Hanyar, dan Cintapuri Darussalam. Wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi karena didominasi lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

Pemerintah daerah menargetkan penurunan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan pencegahan, peningkatan sosialisasi, serta keterlibatan masyarakat.

"Pencegahan menjadi fokus utama. Target kita, kejadian karhutla tahun ini dapat ditekan hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya melalui kesiapsiagaan dan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Banjar Wasis Nugraha mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana pendukung. Mulai dari pompa pemadam, selang, mesin pemadam hingga mobil tangki air untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.


BPBD Kabupaten Banjar menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 di halaman Kantor BPBD, Bincau, Martapura, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Medcen Kabupaten Banjar


Selain menyiapkan peralatan, BPBD mengaktifkan tiga posko utama, yaitu Posko Induk di Kantor BPBD Banjar, Posko Martapura Barat, dan Posko Cintapuri Darussalam yang diperkuat sejumlah posko pendukung di beberapa kecamatan. Anggaran sekitar Rp100 juta juga disiapkan untuk mendukung operasional penanganan selama musim kemarau.

Wasis mengungkapkan tim BPBD telah menangani kebakaran lahan yang terjadi beberapa waktu lalu dan berhasil melokalisasi api sehingga tidak meluas ke kawasan permukiman. Evaluasi menunjukkan sebagian besar kejadian karhutla masih dipicu pembukaan lahan dengan cara membakar, sedangkan sebagian lainnya dipengaruhi faktor alam.

Selain itu, dia menegaskan BPBD bersama instansi terkait akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui media sosial, siaran radio, pemasangan pamflet, hingga sosialisasi langsung di lapangan. Upaya ini bertujuan menekan potensi kebakaran sejak dini.

"Pencegahan menjadi kunci. Kami terus bersinergi dengan seluruh instansi terkait agar potensi karhutla dapat diminimalkan sejak dini," ucap Wasis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: DPR Jawab Keraguan Investor Untuk Berinvestasi ke Indonesia
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tanpa Mojtaba, 3 Putra Ali Khamenei Hadiri Upacara Pemakaman di Teheran
• 16 jam laludetik.com
thumb
Jika harus kalah, kalahlah seperti Tanjung Verde
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Kebiasaan Akhir Pekan yang Meningkatkan Risiko Diabetes
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Piala Dunia 2026 Bikin Bursa Prediksi Pecah Rekor
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.