REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump bukan sekadar memenuhi undangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO 2026 di Ankara pada 7–8 Juli.
Di sela forum tertinggi aliansi militer Barat tersebut, Trump dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy serta Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, sebagaimana diberitakan sejumlah media Amerika pada Senin (6/7/2026).
- Duel Kizilelma Turki vs MQ-28A Ghost Bat Australia: Mana yang Lebih Mematikan?
- Turki Era Erdogan: Kekuatan Militer Terbesar Kedua di NATO dan Pemain Industri Pertahanan Dunia
- Turki Naik Kelas, Petinggi NATO Puji Drone Bayraktar: Acuan Sistem Senjata Masa Depan
Ankara pun berubah menjadi panggung diplomasi paling panas NATO: perang Ukraina, masa depan Suriah, hingga ambisi Turki sebagai kekuatan militer kedua terbesar di dalam aliansi bertemu dalam satu meja.
Di tengah ketidakpastian hubungan Amerika Serikat dengan sejumlah sekutu Eropa, Trump justru mengungkap alasan yang sangat personal di balik keputusannya datang ke Ankara. Menurut dia, kehadirannya bukan semata-mata karena agenda NATO, melainkan karena permintaan langsung dari Presiden Erdogan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}"Saya mungkin tidak akan datang untuk kebanyakan orang. Tetapi Erdogan menelepon saya. Dia berkata, 'Tolong, saya menjadi tuan rumah di Turki. Anda harus hadir. Amerika Serikat harus ada di sini.' Karena rasa hormat kepada Presiden Erdogan, saya akan datang," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Washington, Rabu (24/6/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan hubungan pribadi Trump dan Erdogan tetap terjaga, meski hubungan Washington dan Ankara dalam beberapa tahun terakhir kerap diwarnai perbedaan pandangan mengenai Suriah, pembelian sistem pertahanan udara Rusia S-400, hingga kebijakan Timur Tengah.
Trump bahkan kembali melontarkan pujian kepada Erdogan. "Erdogan adalah seorang pemimpin yang luar biasa." (He's a hell of a leader.)
Pujian itu disampaikan ketika Trump menjelaskan alasan menghadiri KTT NATO di Ankara.
KTT Tertinggi NATOKTT NATO merupakan forum tahunan yang mempertemukan para kepala negara dan kepala pemerintahan dari 32 negara anggota NATO. Pertemuan ini menjadi forum pengambilan keputusan politik tertinggi aliansi mengenai keamanan kolektif, strategi pertahanan, penguatan kemampuan militer, hingga respons terhadap berbagai konflik global.
KTT tahun ini dipandang sebagai salah satu yang paling penting dalam beberapa tahun terakhir. Selain membahas kelanjutan dukungan kepada Ukraina menghadapi Rusia, para pemimpin NATO juga akan membicarakan situasi keamanan Timur Tengah setelah meningkatnya ketegangan di Suriah dan Iran, serta target baru peningkatan belanja pertahanan negara-negara anggota.



