JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadikan Sistem Penerimaan Murid Baru Pendidikan Jarak Jauh (SPMB PJJ) Jenjang Pendidikan Menengah 2026 sebagai langkah strategis untuk mengembalikan jutaan anak tidak sekolah (ATS) ke bangku pendidikan.
Program ini tidak hanya berfokus pada penerimaan peserta didik baru, tetapi juga memastikan mereka dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus.
Melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), SPMB PJJ dirancang sebagai model layanan pendidikan yang lebih inklusif.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca BMKG Senin 6 Juli 2026: Siklon Tropis Bavi Picu Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
Program ini menyasar sekitar 2,4 juta ATS usia 16–18 tahun yang selama ini terkendala mengakses pendidikan formal akibat berbagai faktor sosial, ekonomi, maupun geografis.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa pemerintah kini mengubah pendekatan layanan pendidikan.
Menurutnya, negara tidak lagi hanya menunggu peserta didik datang ke sekolah, tetapi harus aktif menjangkau mereka yang kehilangan akses belajar.
“Pendidikan yang berkeadilan bukan berarti memberikan layanan yang sama kepada semua anak, tetapi memastikan setiap anak memperoleh dukungan sesuai kondisi dan kebutuhannya,” ujar Suharti saat membuka Webinar Nasional Pencanangan SPMB PJJ 2026, Sabtu 4 juli 2026
Ia menekankan, jutaan ATS harus segera dirangkul kembali agar tidak kehilangan kesempatan membangun masa depan melalui pendidikan.
BACA JUGA:Pemerintah RI Utus Dubes Teheran Hadiri Penghormatan Terakhir untuk Ayatollah Khamenei
Transformasi pendidikan jarak jauh juga memungkinkan sekolah hadir tanpa dibatasi ruang dan waktu sehingga layanan dapat menjangkau anak-anak di berbagai kondisi.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan keberhasilan SPMB PJJ tidak diukur dari jumlah pendaftar, melainkan dari kemampuan peserta bertahan hingga menyelesaikan pendidikan.
Sementara itu, Direktur PKPLK Saryadi menegaskan paradigma baru layanan pendidikan harus berubah dari menunggu menjadi aktif mencari dan mendampingi ATS.
Target akhirnya bukan hanya meningkatkan angka partisipasi sekolah, tetapi memastikan setiap anak memperoleh ijazah dan kesempatan melanjutkan kehidupan yang lebih baik.
Program ini diperkuat melalui Deklarasi Nasional Gerakan Daerah Nol ATS melalui PJJ.
- 1
- 2
- »





