Preview Portugal vs Spanyol: Yamal Berkoar, Ronaldo Kalem

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, ARLINGTON—Portugal dan Spanyol akan berebut tiket 8 besar Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, dini hari nant. Duel dua rival Iberia ini akan jadi ajang perang bintang.

Cristiano Ronaldo dan Lamine Yamal menjadi “wajah” pertarungan besar ini. Superstar dari generasi berbeda dengan jarak usia 23 tahun ini akan memimpin barisan bintang kedua negara.

CR7, julukan Ronaldo yang lahir pada 5 Februari 1985 dan saat ini berusia 41 tahun akan didukung bintang besar seperti Bruno Fernandes, Vitinha, Bernardo Slva, Joao Felix, Rafel Leao, Ruben Dias, hingga Nuno Mendes.

Sementara Lamine Yamal yang lahir pada 13 Juli 2007 dan kini berusia 18 tahun akan mengomandoi serangan Tim Matador bersama Mikel Oyarzabal dengan sokongan, Pedri, Rodri, Marc Cucurella, hingga Dani Olmo.

Jadi, bisa dibilang ini akan menjadi pertandingan paling menarik dan paling ditunggu-tunggu di babak 16 besar. Bahkan, tidak berlebihan jika bigmatch ini dianggap sebagai salah satu final dini turnamen.

Portugal yang berstatus juara UEFA Nations League 2024/2025 melaju ke babak 16 besar setelah melewati momen menegangkan untuk mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 di babak 32 besar.

Gol sundulan Goncalo Ramos di menit 90+4 disusul intervensi VAR untuk menganulir gol Josko Gvardiol empat menit kemudian menjadi penentu kemenangan tim asuhan Roberto Martinez yang sedang memburu gelar Piala Dunia perdananya.

Sebaliknya, anak asuh Luis de la Fuente menikmati kemenangan mudah 3-0 atas Austria. Oyarzabal mencetak brace alias dua gol La Roja. Sementara satu gol lainnya disumbangkan Pedro Porro.

Menyambut duel klasik Eropa ini, Portugal memilih lebih kalem. Martinez menegaskan bahwa mereka sudah saling mengenal satu sama lain dan memberi respek pada sang lawan.

“Kami sangat menghormati kualitas Spanyol. Tapi mereka adalah tim Eropa, dan kami sangat mengenal Spanyol. Mereka juga tahu seperti apa kami,” kata pelatih berpaspor Spanyol itu dikutip dari France24.

Martinez memprediksi ini akan jadi duel lini tengah dan adu ketajaman bomber. “Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang fantastis, dua tim yang ingin menguasai bola, ingin mencari gol dengan cepat dan menciptakan peluang,” ujarnya.

Ronaldo juga memilih tetap kalem di tengah besarnya ekspektasi yang ada di pundaknya. “Tenang! Sekarang saatnya untuk beristirahat dengan baik. Kita tahu ini akan menjadi pertarungan,” katanya dikutip dari AS.

Spanyol sementara itu lebih berani berkoar. Meski mengakui bahwa Spanyol masih memiliki beberapa aspek permainan yang perlu ditingkatkan, Lamine Yamal menegaskan mereka sama sekali tidak gentar menghadapi Portugal.

“Kita harus terus meningkatkan diri, baik dalam permainan maupun intensitas kita, tetapi kita tahu kualitas yang kita miliki dan kita tidak takut pada tim mana pun—kita adalah Spanyol. Kita harus membuktikannya di lapangan, tetapi kita percaya pada diri kita sendiri,” katanya seperti dilansir Mundo Deportivo.

Terkait prospek dirinya beradu skill dan gol dengan Ronaldo, remaja itu menunjukkan kekaguman, tetapi menegaskan bahwa dirinya ingin mengalahkan legenda Real Madrid itu dan melaju ke babak delapan besar.

“Akan menjadi suatu kehormatan untuk bermain melawan Cristiano, tentu saja, tetapi saya fokus untuk memenangkan pertandingan, dan saya tidak peduli siapa di antara kita yang lolos,” tegasnya dikutip dari Barca Blaugranes.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente juga mengirim pesan penuh keyakinan kepada penggemar La Roja setelah kemenangan atas Austria. “Kami memainkan pertandingan yang luar biasa. Saya senang karena dalam setiap aspek kami mendekati kesempurnaan,” kata De la Fuente.

Namun, De la Fuente memperingatkan bahwa mereka masih bisa lebih baik di setiap area. “Itulah semangat kami, keyakinan bahwa kami belum mencapai batas kemampuan kami,” tegas juru taktik berusia 65 tahun itu.

Yeremy Pino dan Nico Williams diperkirakan masih akan absen. Tanpa masalah baru, De la Fuente kemungkinan akan menurunkan starter yang sama dengan Marcos Llorente menjadi opsi perubahan yang paling masuk akal.

Dengan skuad yang sepenuhnya fit, Portugal juga diperkirakan tidak akan mengubah formula kemenangan mereka. Ronaldo akan tetap ada di starting XI dengan Ramos menunggu di bench.

Spanyol unggul secara historis dalam pertemuan yang sering terjadi dengan Portugal. Mereka hanya kalah tujuh kali dari 41 pertandingan sebelumnya. Namun, sejarah terkini memihak Portugal dengan kemenangan adu penalti pada pertemuan terakhir di final Nations League 2024/2025. (amr)

Prakiraan pemain

Portugal (4-2-3-1): Costa; Cancelo, Dias, Veiga, Mendes; Vitinha, Neves; Neto, Fernandes, Leao; Ronaldo

Spanyol (4-2-3-1): Simon; Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Rodri, Pedri; Yamal, Olmo, Baena; Oyarzabal


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Merajut Negeri dari kota: pesan strategis Rakernas APEKSI
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
300 KK Lebih di Jateng dan Jatim Terdampak Kekeringan, Pasokan Air Bersih Menurun
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ibas Dorong Terwujudnya Rumah Layak Huni untuk Keluarga Sehat dan Desa Sejahtera
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Ramalan Finansial Weton 7 Juli 2026: Neptu Mana Saja yang Ketiban Durian Runtuh Esok Hari?
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Psikolog Ungkap Kesalahan Orang Tua yang Bikin Anak Susah Diatur
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.