Memasuki musim kemarau, dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah daerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 300 kepala keluarga (KK) di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) terdampak krisis air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air.
Abdul Muhari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyebut, kekeringan terjadi di Kabupaten Semarang, Jateng, dan Kabupaten Pasuruan, Jatim.
Di Kabupaten Pasuruan, Jatim, penurunan ketersediaan air bersih terjadi di Desa Kadungrejo, Kecamatan Winongan. Sedikitnya 240 KK terdampak kondisi tersebut.
“Berdasarkan laporan ketersediaan air bersih di Desa Kadungrejo, Kecamatan Winongan, mulai mengalami penurunan. BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan penanganan darurat dengan mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak empat rit ke Dusun Krajan 5 dan Dusun Grobyok guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Sementara di Kabupaten Semarang, kekeringan melanda Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono. Sebanyak 60 KK atau 84 jiwa terdampak akibat berkurangnya pasokan air bersih.
“Sebagai upaya penanganan, BPBD Kabupaten Semarang berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan asesmen di lapangan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih. Sebanyak dua tangki air atau sekitar 5.000 liter didistribusikan kepada warga di Dusun Ngoho, Desa Kemitir,” ujarnya.
BNPB mengingatkan potensi kekeringan dapat meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau. Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran lahan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Menyikapi bencana akibat musim kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan tidak melakukan pembakaran lahan, menggunakan air secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kekeringan,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah daerah diminta memperkuat langkah mitigasi dengan memantau wilayah rawan kekeringan, menyiapkan sumber daya, serta memastikan ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat yang berpotensi terdampak.(lea/bil/ham)




