Deretan film blockbuster Hollywood, mulai dari Spider-Man: Brand New Day hingga Avengers: Doomsday, diperkirakan menjadi katalis kinerja CNMA.
IDXChannel - Deretan film blockbuster Hollywood, mulai dari Spider-Man: Brand New Day hingga Avengers: Doomsday, diperkirakan menjadi katalis kinerja emiten pengelola Cinema XXI PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) pada semester II-2026.
Kehadiran film-film tersebut diyakini mampu mendongkrak jumlah penonton bioskop setelah kinerja paruh pertama tahun ini tertekan akibat minimnya film internasional unggulan.
Analis Indo Premier Sekuritas Andrianto Saputra dan Nicholas Bryan dalam riset yang diterbitkan pada 2 Juli 2026 menilai paruh kedua tahun ini akan ditopang oleh jajaran film internasional yang jauh lebih kuat dibandingkan semester pertama.
Kondisi tersebut diyakini mampu mengerek jumlah penonton, harga tiket rata-rata (average ticket price/ATP), hingga penjualan makanan dan minuman di bioskop.
Menurut mereka, lemahnya kinerja CNMA pada kuartal II-2026 lebih banyak disebabkan minimnya film internasional unggulan, sementara performa film lokal juga tidak sekuat periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data Cinepoint, jumlah penonton bioskop pada kuartal II-2026 diperkirakan mencapai 31 juta orang, turun 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dengan asumsi pangsa pasar CNMA tetap sekitar 70 persen, jumlah penonton perseroan diperkirakan mencapai 22 juta orang.
Penurunan tersebut juga dipengaruhi basis perbandingan yang tinggi pada kuartal II-2025, ketika film-film lokal seperti Jumbo, Pabrik Gula, dan Komang sukses mendongkrak jumlah penonton hingga 28,6 juta, jauh di atas rata-rata tiga tahun sebesar 22,8 juta.
Meski demikian, Indo Premier mencatat pangsa pasar film lokal sepanjang semester I-2026 justru meningkat menjadi sekitar 70 persen, dibandingkan 62 persen pada 2025.
Di sisi lain, strategi CNMA menghadirkan pilihan makanan dan minuman dengan harga lebih terjangkau di mal kelas dua dan tiga diperkirakan mampu meningkatkan rasio penjualan F&B terhadap pendapatan box office menjadi sekitar 56 persen pada kuartal II-2026, dari 54,3 persen setahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, Indo Premier memperkirakan laba bersih CNMA pada kuartal II-2026 mencapai Rp146 miliar.
Dengan demikian, laba semester I-2026 diperkirakan baru mencapai sekitar 17-18 persen dari proyeksi tahunan Indo Premier maupun konsensus, masih jauh di bawah rata-rata tiga tahun sebesar 41 persen.
Meski awal tahun berjalan relatif lemah, Indo Premier menilai prospek semester II jauh lebih menjanjikan.
Kehadiran film-film blockbuster internasional, terutama dari Marvel seperti Spider-Man: Brand New Day dan Avengers: Doomsday, diperkirakan akan meningkatkan kontribusi film internasional hingga sekitar 50 persen terhadap total pasar bioskop pada semester II-2026.
Selain dua film Marvel tersebut, paruh kedua 2026 juga akan diramaikan deretan film blockbuster lain, seperti The Odyssey, Resident Evil, The Hunger Games: Sunrise on the Reaping, hingga film terbaru Jumanji.
Atas dasar itu, Indo Premier mempertahankan rekomendasi buy untuk saham CNMA dengan target harga Rp165 per unit.
Menurut mereka, pelemahan laba pada semester pertama telah banyak tercermin pada harga saham yang telah turun sekitar 27,3 persen sejak awal tahun.
Selain itu, perseroan juga berencana mempertahankan dividend payout ratio (DPR) sebesar 100 persen, yang diperkirakan memberikan dividend yield sekitar 9,7 persen pada tahun buku 2027.
Meski demikian, Indo Premier mengingatkan bahwa risiko utama terhadap proyeksi tersebut adalah apabila performa film-film internasional tidak memenuhi ekspektasi pasar. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.





