Serang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjamin destinasi wisata pantai di kawasan Anyer dan Cinangka aman dikunjungi pada masa libur sekolah, meskipun Gunung Anak Krakatau (GAK) berstatus Siaga atau Level III.
"Kondisi Gunung Anak Krakatau melandai dan dinyatakan aman. Kami mengajak wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, untuk tidak khawatir menghabiskan libur sekolah bersama keluarga di pesisir Serang," kata Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas melalui keterangannya di Serang, Senin.
Wabup Najib juga meluruskan bahwa video yang beredar di media sosial memperlihatkan seolah-olah Gunung Anak Krakatau dalam kondisi erupsi besar adalah hoaks atau hasil suntingan yang tidak benar.
Baca juga: Aktivitas meningkat, Badan Geologi naikkan status Gunung Anak Krakatau
"Kami telah meninjau langsung Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, bahwa video yang beredar tersebut tidak benar," paparnya.
Jaminan keamanan dari Pemkab Serang tersebut didukung penuh oleh pemantauan dari PVMBG. Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (GAK) Deny Mardiono menjelaskan bahwa meskipun tremor masih terekam, potensi bahaya sangat jauh dari kawasan wisata.
"Radius bahaya berada dalam jarak tiga kilometer dari pusat erupsi. Sementara untuk Pantai Anyer, Cinangka, dan Carita itu jaraknya kurang lebih 42 kilometer. Jadi material vulkanik tidak akan sampai ke sana," ucap Deny.
Baca juga: Badan Geologi: Video erupsi Gunung Anak Krakatau dari atas kapal hoaks
Terkait sebaran abu vulkanik, Deny menyebut hal itu bergantung pada arah angin. Berdasarkan pantauan visual CCTV, saat ini hanya terlihat kepulan asap putih setinggi lima hingga 10 meter. Ia juga menegaskan Badan Geologi telah mengeluarkan surat resmi untuk membantah hoaks erupsi yang beredar.
Pihak PVMBG memastikan akan terus memantau dan memperbarui laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau setiap enam jam. Pelaku pariwisata dan masyarakat dapat mengakses informasi tersebut secara mandiri melalui aplikasi Magma Indonesia atau situs web resmi PVMBG.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu bohong, dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun BPBD agar informasi yang diterima benar dan akurat," ujar Deny.
Baca juga: Petugas imbau kapal wisata tak dekati perairan Gunung Anak Krakatau
"Kondisi Gunung Anak Krakatau melandai dan dinyatakan aman. Kami mengajak wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, untuk tidak khawatir menghabiskan libur sekolah bersama keluarga di pesisir Serang," kata Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas melalui keterangannya di Serang, Senin.
Wabup Najib juga meluruskan bahwa video yang beredar di media sosial memperlihatkan seolah-olah Gunung Anak Krakatau dalam kondisi erupsi besar adalah hoaks atau hasil suntingan yang tidak benar.
Baca juga: Aktivitas meningkat, Badan Geologi naikkan status Gunung Anak Krakatau
"Kami telah meninjau langsung Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, bahwa video yang beredar tersebut tidak benar," paparnya.
Jaminan keamanan dari Pemkab Serang tersebut didukung penuh oleh pemantauan dari PVMBG. Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (GAK) Deny Mardiono menjelaskan bahwa meskipun tremor masih terekam, potensi bahaya sangat jauh dari kawasan wisata.
"Radius bahaya berada dalam jarak tiga kilometer dari pusat erupsi. Sementara untuk Pantai Anyer, Cinangka, dan Carita itu jaraknya kurang lebih 42 kilometer. Jadi material vulkanik tidak akan sampai ke sana," ucap Deny.
Baca juga: Badan Geologi: Video erupsi Gunung Anak Krakatau dari atas kapal hoaks
Terkait sebaran abu vulkanik, Deny menyebut hal itu bergantung pada arah angin. Berdasarkan pantauan visual CCTV, saat ini hanya terlihat kepulan asap putih setinggi lima hingga 10 meter. Ia juga menegaskan Badan Geologi telah mengeluarkan surat resmi untuk membantah hoaks erupsi yang beredar.
Pihak PVMBG memastikan akan terus memantau dan memperbarui laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau setiap enam jam. Pelaku pariwisata dan masyarakat dapat mengakses informasi tersebut secara mandiri melalui aplikasi Magma Indonesia atau situs web resmi PVMBG.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu bohong, dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun BPBD agar informasi yang diterima benar dan akurat," ujar Deny.
Baca juga: Petugas imbau kapal wisata tak dekati perairan Gunung Anak Krakatau





