REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK - Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Cicih Nuraeni, dosen Program Studi (Prodi) Sastra Inggris UBSI, berhasil meraih predikat Top 5 Best Speaker dalam ajang Global Youth Congress (GYC) 2026 yang digelar di C ASEAN Ratchada, Bangkok, Thailand, pada Jumat (3/7/2026).
Penghargaan tersebut diberikan kepada peserta yang dinilai memiliki kemampuan komunikasi, penguasaan materi, penyampaian gagasan, serta kemampuan memengaruhi audiens selama forum berlangsung. Cicih menjadi salah satu dari lima pembicara terbaik yang terpilih dari peserta berbagai negara yang mengikuti agenda internasional tersebut.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi UBSI, tetapi juga bagi Indonesia. Pasalnya, forum Global Youth Congress mempertemukan pemuda, akademisi, pendidik, dan agen perubahan dari berbagai latar belakang untuk mendiskusikan isu-isu global yang relevan dengan masa depan dunia.
Dalam forum tersebut, Cicih membawakan gagasan mengenai pentingnya pendidikan sebagai fondasi inovasi di era perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Penyampaian yang terstruktur, argumentasi yang kuat, serta kemampuan membangun koneksi dengan audiens menjadi nilai lebih yang mengantarkannya meraih penghargaan tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Cicih mengaku bersyukur atas apresiasi yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkontribusi dalam forum-forum internasional.
“Menjadi bagian dari Global Youth Congress 2026 merupakan kesempatan yang sangat berharga. Saya bersyukur dapat mewakili Indonesia dan UBSI, sekaligus berbagi perspektif tentang pentingnya pendidikan dalam menghadapi tantangan masa depan,” katanya, dalam keterangan rilis, Senin (6/7/2026).
Ia menilai, forum internasional seperti GYC tidak hanya menjadi ruang untuk berbagi gagasan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam menjawab berbagai tantangan global.
Keberhasilan Cicih masuk dalam jajaran Top 5 Best Speaker menunjukkan bahwa akademisi Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing dan menyampaikan pemikiran yang relevan di tingkat internasional. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen UBSI dalam mendorong dosen dan sivitas akademika untuk aktif berkiprah di kancah global.