Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap modus penipuan keuangan berkedok Sensus Ekonomi 2026 yang tengah diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS).
Adapun BPS merekrut sekitar 190 ribu orang untuk menjadi petugas Sensus Ekonomi Nasional yang dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2026. Pengumpulan data dilakukan langsung dari pintu ke pintu.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan perhelatan akbar yang dilaksanakan BPS setiap 10 tahun sekali. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk memahami ekonomi Indonesia secara granular.
"Kita mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi ini agar seluruh pelaku usaha jasa keuangan, ketika ada BPS datang, mereka memberikan jawaban atas sensus yang diberikan dan memberikan jawaban yang sebenarnya," katanya saat konferensi pers Seminar on Scams, Senin (6/7).
Friderica mengatakan bahwa OJK mempercayai para petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 yang direkrut langsung BPS. Dia juga menyebutkan, sebagai lembaga negara, BPS dipastikan dapat menjaga kerahasiaan data masyarakat yang disurvei.
Kendati begitu, dia tetap membuka potensi adanya oknum penipuan yang bisa memanfaatkan celah-celah. Dengan demikian, dia mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama proses Sensus Ekonomi berlangsung.
"Tidak kita pungkiri, bisa jadi ada pihak-pihak yang mendompleng hal ini. Karena itu lagi-lagi kuncinya adalah masyarakat waspada, harus cek dulu ini bener nggak dari petugas dari BPS dan lain-lain," tegas Friderica.
Friderica juga meminta masyarakat tetap mengecek ulang keabsahan petugas Sensus Ekonomi 2026 dengan pihak terkait, misalnya anggota RT/RW, terlepas dari profesionalitas petugas lapangan yang sudah memiliki SOP tersendiri.
"Pastikan ID card-nya, mungkin cek dulu ke RT/RW karena biasanya mereka itu kalau datang itu enggak mungkin datang langsung ya, mereka biasanya menghubungi RT/RW dan sebagainya. Karena kami juga punya survei nasional bersama dengan BPS dan kami tahu metodologinya, mekanisme dan lain-lain di lapangan itu sangat rigid SOP-nya dan itu sangat baik," tandasnya.
Adapun pada sebagian besar responden, pendataan Sensus Ekonomi dilakukan melalui wawancara tatap muka. Petugas sensus tidak hanya mengajukan pertanyaan, tetapi juga membantu menjelaskan konsep dan definisi yang digunakan apabila diperlukan.
Dengan cara ini, setiap responden memiliki pemahaman yang sama terhadap pertanyaan yang diajukan sehingga jawaban yang diberikan dapat dibandingkan secara konsisten.
Pendekatan tersebut lazim digunakan dalam berbagai sensus dan survei resmi di banyak negara. Tujuannya sederhana, yaitu menjaga kualitas informasi yang dikumpulkan agar benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan.
Meski demikian, tidak semua responden memiliki karakteristik yang sama.
Untuk kelompok usaha besar yang memiliki sistem administrasi dan pencatatan yang lebih lengkap, BPS menyediakan pilihan pengisian kuesioner online secara mandiri.
Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi responden sekaligus memudahkan penyediaan informasi yang dibutuhkan.





