Pengamat Ingatkan TNI Tetap Harus Ditempatkan Sesuai Tugas dan Fungsi

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat militer Jaleswari Pramodhawardhani menilai TNI tetap harus ditempatkan sesuai tugas dan fungsinya.

“Nah, sekarang kalau menerjemahkan tentara rakyat itu artinya tentara boleh masuk ke semua ranah sipil, itu menganggap seakan-akan sipil itu tidak mampu,” kata Dani, begitu ia kerap disapa, dalam tayangan Gaspol Kompas.com, dikutip Senin (6/7/2026).

Baca juga: Pengamat Militer Kritik Peran TNI yang Makin Masuk ke Ruang Sipil

Dani mengatakan, pelibatan militer dalam berbagai program pembangunan sipil tidak bisa dibenarkan hanya dengan alasan efektivitas.

Ia juga menyoroti kecenderungan munculnya narasi "tentara rakyat" yang belakangan kerap digunakan untuk membenarkan keterlibatan TNI di berbagai sektor sipil.

Baca juga: Soal Calon Manajer Kopdes Merah Putih, Pengamat Militer: Disiplin Tidak Mutlak Milik TNI

Menurut Dani, konsep tentara rakyat lahir dalam konteks sejarah perjuangan kemerdekaan ketika militer dan rakyat berjuang bersama menghadapi perang.

Dia juga menilai latar belakang militer Presiden Prabowo Subianto memengaruhi cara berpikirnya dalam memimpin pemerintahan.

“Saya kok menolak ya anggapan itu, karena gini. Sebagai presiden, beliau itu kan panglima tertinggi,” kata Dani.

Baca juga: Akhir Arogansi Pemotor yang Ngaku TNI di Trotoar Depok, Ternyata Karyawan Marketing

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski demikian, ia menegaskan bahwa status Prabowo kini berbeda karena menjabat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

“Tetapi, ketika beliau menjadi presiden, itu enggak bisa. Beliau adalah pemimpin sipil. Di sini pemimpin sipil,” jelas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PGN Mulai Garap Potensi Gas Metana Batu Bara Tanjung Enim 9,7 TCF
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Foto: Harimau Putih Lahir di Tengah Krisis Kuba
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Line Up Inggris vs Meksiko: Kane dan Bellingham Starter, Quansah Jadi Kejutan
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Tapir di Mesuji Mati Ditombak & Disembelih Warga, BKSDA Bengkulu Beri Imbauan tak Ganggu Satwa Liar
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rumah di Palmerah Terbakar, 20 Unit Damkar Dikerahkan
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.