BMKG: Waspada gelombang 1,5-2,5 meter di perairan Sultra sampai 9 Juli

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Kendari (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para nelayan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk meningkatkan kewaspadaan terkait adanya potensi gelombang tinggi yang diprakirakan dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah tersebut.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari Zaenuddin saat dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan berdasarkan data peringatan dini, potensi gelombang tinggi tersebut berlaku mulai 6 Juli 2026 pukul 08.00 WITA hingga 9 Juli 2026 pukul 08.00 WITA.

"Pola angin umumnya bertiup dari arah timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 sampai 15 knot," kata Zaenuddin.

Dia menyebutkan kecepatan angin tertinggi diprakirakan dapat mencapai 20 knot atau setara dengan 5 Skala Beaufort (SB). Kondisi angin kencang ini berpotensi terjadi di Perairan Baubau, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda timur Wakatobi, yang memicu peningkatan tinggi gelombang.

Baca juga: BMKG: Waspada gelombang tinggi dan air pasang di Kalsel pada 1-7 Juli

Pihaknya memberikan catatan khusus mengenai saran keselamatan pelayaran, terutama bagi para nelayan tradisional dan operator kapal yang menggunakan armada berukuran kecil hingga sedang.

Kondisi yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan tersebut meliputi perahu nelayan yang berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran apabila kecepatan angin di laut mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter.

"Kemudian juga kapal tongkang yang berisiko tinggi apabila tetap beroperasi ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang naik hingga 1,5 meter," ujarnya.

Baca juga: Awal pekan, BMKG prakirakan hujan ringan dominasi cuaca di Indonesia

BMKG memetakan tiga titik perairan utama di wilayah Bumi Anoa dan sekitarnya yang berpeluang mengalami kenaikan gelombang mulai dari 1,25 hingga 2,5 meter selama tiga hari ke depan, antara lain Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, dan Perairan Wakatobi bagian barat.

Selain itu BMKG meminta kewaspadaan ekstra di beberapa titik perairan sekitarnya seperti Perairan Wakatobi bagian timur dan Laut Banda timur Wakatobi.

"Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada dan terus memantau pembaruan informasi cuaca langsung melalui kanal resmi BMKG," ucap Zaenuddin.

Baca juga: Prancis tetapkan siaga panas tertinggi di 35 wilayah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wanita di Lumajang Tewas Dibunuh Pacar, Motif Kesal Korban Hina Orang Tuanya
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo: Jika Ada Salah Paham, Indonesia dan Singapura Akan Menyelesaikannya sebagai Sahabat
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Rentetan Sanksi Pelaku Pemukulan Pemotor di Jagakarsa
• 59 menit laluliputan6.com
thumb
Foxconn Raup Pendapatan Rp1.400 Triliun pada Kuartal II-2026, Tumbuh 39,8 Persen
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo-PM Singapura Bahas Isu Geopolitik, ASEAN Utamakan Dialog dan Diplomasi
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.