Beri Ancaman ke Iran, Israel Tidak Mau Tarik Pasukannya dari Lebanon

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Israel menegaskan pihaknya tak akan menarik pasukannya dari Lebanon. Hal itu akan dilakukannya selama masih terdapat ancaman dari wilayah tersebut, khususnya yang datang dari kelompok militan dari Hezbollah. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukan militernya tidak akan ditarik dari wilayah tersebut dalam waktu dekat. Menurutnya, tentara akan tetap berada di negara tetangga tersebut selama masih diperlukan untuk menjamin keamanan dari Israel.

Baca Juga: Netanyahu Dibuat Panas Wakilnya Trump, Klaim Masih Punya Banyak 'Teman' Selain Amerika Serikat

"Israel akan tetap berada di sana selama diperlukan untuk melindungi penduduk wilayah utara dan seluruh warga Israel," kata Netanyahu, dikutip Senin (6/7).

Pernyataan itu disampaikannya di tengah upaya diplomatik yang dipimpin Amerika Serikat. Lebanon diketahui menjadi bagian dari upaya negosiasi kesepakatan damai kawasan melalui proposal gencatan senjata selama 60 hari.

Netanyahu, meski pembicaraan mengenai stabilitas regional terus berlangsung, menegaskan pihaknya tidak akan mengorbankan kepentingan keamanan dari Israel.

Ia menjelaskan bahwa militernya hingga kini masih menguasai kawasan strategis dari Beaufort Ridge di Lebanon Selatan. Ia juga tetap menjalankan operasi di Sungai Litani.

Menurut Netanyahu, keberadaan pasukan di kawasan tersebut penting sebagai zona penyangga untuk mencegah ancaman terhadap wilayah utara dari Israel.

Adapun Netanyahu juga kembali mengirimkan peringatan keras kepada Iran. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pernah membiarkan mereka memiliki senjata nuklir, terlepas dari hasil negosiasi internasional yang sedang berlangsung.

"Sesuai kesepakatan ataupun tanpa kesepakatan, kami tidak akan mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir," tegasnya.

Netanyahu juga mengatakan pemerintahannya akan terus mengutamakan kepentingan keamanan nasional, meskipun tetap memperhatikan hubungan dengan negara-negara sekutu.

"Kami memperhatikan kepentingan para sekutu kami, tetapi kami tetap teguh mempertahankan kepentingan vital Israel," ujarnya.

Baca Juga: Kenegarawanan Jokowi Dipertanyakan Usai Merasa Terhina Sampai Laporkan Dokter Tifa: Demokrasi Itu...

Israel dengan hal ini belum memiliki rencana untuk mengakhiri kehadiran militernya di Lebanon. Mereka juga sekaligus menunjukkan sikap keras pemerintahannya terhadap musuh di tengah upaya internasional meredakan ketegangan di Timur Tengah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tim SAR Bantu Wisatawan Terkena Sengatan Ubur-Ubur di Pantai | SAPA PAGI
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Rencana Ekspansi 3 KEK, Pemerintah Perlu Evaluasi Insentif Pajak?
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Norwegia Kejutkan Brasil, Melaju ke Perempat Final Piala Dunia
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Jadi Pemilik Baru, Nex Datacenter Berencana Suntik Aset kepada MGLV
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Trotoar Sudah Ditata, Mengapa Pejalan Kaki Masih Tersisih?
• 18 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.