Pemerintah Irak telah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan raksasa penyedia jasa perminyakan asal Amerika Serikat (AS), Halliburton. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Halliburton akan mengelola dua ladang minyak di wilayah selatan Irak.
Kesepakatan ini diteken saat pemerintah Irak berupaya untuk meningkatkan produksi minyak mereka.
Kementerian Perminyakan Iran, seperti dilansir AFP, Senin (6/7/2026), mengumumkan bahwa kesepakatan antara Perusahaan Minyak Basra, perusahaan minyak milik negara Irak, dan Halliburton, yang merupakan salah satu penyedia jasa ladang minyak terbesar di dunia, telah diteken pada Minggu (5/7) waktu setempat.
"Perusahaan Minyak Basra telah menandatangani kontrak pengelolaan bersama dengan perusahaan Amerika, Halliburton, untuk ladang minyak Bin Omar dan Sinbad (di Provinsi Basra)," demikian pernyataan kantor media Kementerian Perminyakan Irak.
Menteri Perminyakan Irak, Bassem Khodeir, mengatakan bahwa kesepakatan dengan Halliburton tersebut sejalan dengan rencana pemerintah untuk "meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas".
Dia menambahkan bahwa Irak menargetkan peningkatan produksi di ladang minyak Bin Omar sebesar 150.000 barel per hari dalam kurun waktu lima tahun, serta peningkatan produksi gas terkait sebesar 300 juta kaki kubik.
Sementara produksi di ladang minyak Sinbad diperkirakan akan meningkat sebesar 80.000 hingga 100.000 bpd.
(nvc/ita)





