Kuwait City (ANTARA) - Kuwait mengumumkan pada Minggu (5/7) peluncuran dana tanggap darurat dengan modal awal 100 juta dolar AS, sebagai bagian dari upaya negara tersebut untuk memperbaiki fasilitas yang rusak akibat perang dengan Iran.
Dana Tanggap Darurat Kuwait, yang diluncurkan oleh Dana Kuwait untuk Pengembangan Ekonomi Arab (KFAED), bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja pembiayaan darurat dan memperkuat respons krisis nasional, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuwait Syekh Jarrah Jaber Al-Ahmad Al-Sabah dalam sebuah konferensi pers, sebagaimana warta Xinhua.
Menlu Kuwait tersebut mengatakan dana itu akan mendukung upaya-upaya Kuwait untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat apa yang dia sebut sebagai "agresi Iran".
Penjabat Direktur Jenderal KFAED Waleed Al-Bahar menyatakan pembentukan dana tersebut merupakan implementasi dari keputusan kabinet Kuwait, seraya menambahkan bahwa dana itu akan menilai permohonan pendanaan dan memprioritaskan proyek-proyek. Dia juga mendesak lembaga-lembaga pemerintah dan sektor swasta untuk berkontribusi pada dana baru tersebut.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan militer AS di negara-negara tetangga.
Dana Tanggap Darurat Kuwait, yang diluncurkan oleh Dana Kuwait untuk Pengembangan Ekonomi Arab (KFAED), bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja pembiayaan darurat dan memperkuat respons krisis nasional, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuwait Syekh Jarrah Jaber Al-Ahmad Al-Sabah dalam sebuah konferensi pers, sebagaimana warta Xinhua.
Menlu Kuwait tersebut mengatakan dana itu akan mendukung upaya-upaya Kuwait untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat apa yang dia sebut sebagai "agresi Iran".
Penjabat Direktur Jenderal KFAED Waleed Al-Bahar menyatakan pembentukan dana tersebut merupakan implementasi dari keputusan kabinet Kuwait, seraya menambahkan bahwa dana itu akan menilai permohonan pendanaan dan memprioritaskan proyek-proyek. Dia juga mendesak lembaga-lembaga pemerintah dan sektor swasta untuk berkontribusi pada dana baru tersebut.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan militer AS di negara-negara tetangga.





