Grid.ID - Baru-baru ini, heboh petisi boikot Sarwendah buntut dari ucapannya yang diduga menghina mantan suaminya, Ruben Onsu. Pihak presenter kondang itu akhirnya buka suara.
Ya, petisi boikot Sarwendah memang sudah banyak ditanda tangani publik. Bahkan, terdapat beberapa petisi untuk segera melakukan boikot pada mantan anggota Cherrybelle itu.
Dikutip dari Bangkapos pada Senin (6/7/2026), petisi yang dibuat oleh seseorang melalui laman Change.org itu pun telah ditandatangani banyak orang. Bahkan, petisi tersebut mencapai lebih dari 80.000 tanda tangan.
Berdasarkan deskripsi dalam petisi itu, pembuat mengajak masyarakat untuk dan pelaku usaha untuk mempertimbangkan kerja sama bersama Sarwendah. Bukan tanpa sebab, menurut membuat petisi itu, masyarakat berhak mendapatkan praktik promosi yang bertanggung jawab serta beretika.
"MELALUI PETISI INI KAMI MENGHIMBAU AGAR SELURUH BRND BERHENTI BEKERJA SAMA DENGAN ARTIS TERSEBUT. Kami, masyarakat yang menandatangani petisi ini, mengajak seluruh brand dan pelaku usaha untuk mempertimbangkan kembali kerja sama promosi maupun penjualan produk melalui siaran langsung (live streaming) bersama artis tersebut," jelas keterangan dalam petisi tersebut.
"Kami percaya bahwa setiap brand memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra, kredibilitas, serta kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, kami berharap perusahaan lebih selektif dalam memilih figur publik yang akan dijadikan wajah promosi produknya," lanjut keterangan tersebut.
Bahkan, dalam laman tersebut, terdapat 3 petisi untuk menyerukan boikot terhadap mantan istri Ruben Onsu itu, Berikut ini daftar petisi yang sudah ditanda tangani.
- Cancel Sarwendah Dari Media Sosial yang mendapat 80.828 tanda tangan.
- Boikot Sarwendah, mendapat 23.799 tanda tangan.
- Boikot / dan cancel sarwendah untuk semua media sosial dan televisi yang mendapat 87 tanda tangan.
Sebelumnya bak menyadari konsekuensi, Sarwendah sendiri pun sempat mengungkap permintaan maafnya. Dirinya mengunggah permintaan maafnya itu di akun Instagram miliknya.
"Saya menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial," ujarnya, dikutip dari Kompas.com pada Senin (6/7/2026).
"Saya menyadari kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati," lanjutnya.
Ramai soal petisi boikot Sarwendah agaknya didengar oleh pihak Ruben Onsu. Dikutip dari TribunSeleb pada Senin (6/7/2026), Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu pun buka suara.
Menurutnya, adanya petisi boikot itu merupakan sebuah konseskuensi yang harus diterima oleh Sarwendah. Hal itu terkait dengan sikap dan ucapannya yang sempat viral beberapa waktu lalu.
"Kalau misalnya ada pemboikotan itu merupakan konsekuensi dari apa yang dia lakukan, apa yang dia sampaikan," jelasnya.
Dirinya menilai bahwa adanya petisi boikot ini lantaran kemunkinan ada banyak pihak yang merasa sakit hati terjadap Sarwendah. Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa seruan boikot ini bebas dilakukan oleh siapa saja.
"Mungkin itu mencederai rasa keadilan, atau mungkin membuat para netizen itu tidak simpati," lanjutnya.
"Itu kan pilihan bebas ya dari masyarakat untuk melakukan pemboikotan terhadap S (Sarwendah) ya," sambung dia.
Akan tetapi, Minola Sebayang menegaskan bahwa pihaknya tidak menyangkut pautkan mengenai petisi boikot tersebut dengan gugatan hak asuh anak yang belum lama ini dilayangkan pihak Ruben Onsu.
Ya, seperti yang diberitakan sebelumnya, Ruben Onsu resmi melayangkan gugatan hak asuh anak. Dirinya nekat berjuang merebut hak asuh kedua putrinya dari Sarwendah.
"Tapi kan ini yang kami bicarakan dalam gugatan kami hanya hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan anak saja," jelasnya. (*)
Artikel Asli




