Peserta Magang Nasional 2026 Diperluas, Bidik Lulusan Profesi

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas sasaran Program Magang Nasional Angkatan Kedua pada 2026 dengan menambah cakupan peserta hingga lulusan profesi dan penyandang disabilitas. 

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan, Program Magang Nasional 2026 dirancang dengan penyempurnaan tata kelola agar pelaksanaannya lebih merata, inklusif, tersertifikasi, dan terpantau.

"Target jumlah peserta angkatan kedua ini naik dari angkatan pertama sekitar 100 ribu, sekarang menjadi 150 ribu peserta," kata Afriansyah dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta Pusat, Senin (6/7).

Menurutnya, perluasan sasaran dilakukan karena lulusan profesi sebelumnya belum menjadi bagian dari program. Padahal, kelompok tersebut umumnya masih menempuh pendidikan lanjutan selama satu hingga dua tahun setelah lulus perguruan tinggi.

"Kalau kemarin itu hanya lulusan perguruan tinggi yang tidak ada profesi. Sekarang kita menambah lulusan profesi. Kemudian, membuka akses bagi peserta disabilitas," ujarnya.

Selain memperluas sasaran peserta, Kemnaker juga akan memperluas penyelenggaraan magang ke lebih banyak daerah dan bidang pekerjaan agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Seluruh peserta juga diarahkan memperoleh sertifikasi dan pengakuan kompetensi sehingga hasil program tidak berhenti pada pengalaman kerja semata.

Program ini disusun berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Magang Nasional Angkatan Pertama. Berdasarkan survei Kemnaker, sebanyak 52,63% peserta menyatakan sangat puas terhadap pelaksanaan program, 31,90% puas, 14,76% cukup puas, sementara peserta yang menyatakan tidak puas hanya 0,29% dan sangat tidak puas sebesar 0,42%.

30% Peserta Langsung Diterima Bekerja

Afriansyah menambahkan, program magang juga terbukti menjadi pintu masuk ke dunia kerja. Berdasarkan survei, sekitar 30% peserta langsung diterima bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani magang, umumnya dalam waktu satu minggu setelah program berakhir.

Selain itu, sekitar 34% peserta masih berada dalam proses rekrutmen, sedangkan sekitar 36% belum memperoleh penawaran kerja. Dengan demikian, sekitar 64% peserta memiliki peluang bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Berdasarkan sektor usaha, perusahaan di bidang keuangan (finance) menjadi sektor yang paling banyak memberikan penawaran kerja kepada peserta magang, disusul sektor perdagangan, manufaktur, kesehatan, serta akomodasi.

Afriansyah mengatakan, keberhasilan program juga tercermin dari berbagai testimoni peserta yang mengaku memperoleh pengalaman kerja nyata, memahami budaya industri, serta akhirnya direkrut menjadi karyawan tetap oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.

"Kami ingin hasil magang tidak berhenti pada pengalaman kerja saja, tetapi juga memberikan pengakuan kompetensi dan memperkuat daya saing peserta di pasar kerja," ujarnya.

Untuk pelaksanaan angkatan kedua, pendaftaran peserta akan dibuka pada 15–28 Juli 2026. Seleksi dilakukan pada 29 Juli hingga 5 Agustus, penetapan peserta pada 6 Agustus, pengumuman pada 7 Agustus, pembekalan pada 10 Agustus, dan pelaksanaan Magang Nasional Angkatan Kedua dijadwalkan mulai sekitar 11 Agustus 2026.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian PU Perkuat Mitigasi Ancaman El Nino di Jawa Barat, Satgas dan Ratusan Personel Disiagakan
• 10 jam lalupantau.com
thumb
4 Hakim Sidangkan Kasus Nadiem Makarim Dilaporkan ke KY
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
300 KK Lebih di Jateng dan Jatim Terdampak Kekeringan, Pasokan Air Bersih Menurun
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Meluncurkan Persetujuan Menhut, Raja Juli: Perdagangan Karbon Bukan Omon-Omon
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Kebak,aran Rumah di Palmerah Jakbar, 100 Personel Damkar Diterjunkan
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.