Berdasarkan laporan NBC, sebanyak 22 korban meninggal tercatat di negara bagian New Jersey. Pejabat kesehatan New Jersey, Dalya Eweis, menyampaikan bahwa jumlah kematian akibat cuaca panas meningkat dari 19 menjadi 22 kasus pada Sabtu (4/7).
Baca juga: Membara! Ini Negara Terpanas di Eropa dengan Suhu di Atas 40°C
Korban lainnya dilaporkan berasal dari Illinois, dengan satu orang meninggal dunia, serta Mississippi yang mencatat dua korban jiwa akibat suhu ekstrem.
Sementara itu, ABC melaporkan bahwa suhu udara di Washington, DC mencapai 38,8 derajat Celcius saat peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli. Angka tersebut memecahkan rekor suhu tertinggi yang telah bertahan selama lebih dari satu abad.
Kondisi serupa juga terjadi di New York. Pada Kamis (2/7), suhu udara menembus sekitar 38 derajat Celcius atau 100,4 derajat Fahrenheit. Panas yang begitu tinggi bahkan dilaporkan menyebabkan lapisan aspal di beberapa ruas jalan melunak dan meleleh.
Gelombang panas yang disertai badai petir musim panas turut membebani sistem kelistrikan di sejumlah negara bagian. Akibatnya, pasokan listrik terganggu dan memicu pemadaman berskala luas.
Data hingga Sabtu menunjukkan sedikitnya 840.000 rumah dan pelanggan listrik mengalami pemadaman di berbagai wilayah yang terdampak.
Dampak cuaca ekstrem juga memaksa sejumlah kota di kawasan Pesisir Timur membatalkan atau menjadwal ulang berbagai kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan demi menjaga keselamatan masyarakat.
Versi ini menggunakan struktur dan pilihan kata yang berbeda dari naskah asli, mempertahankan seluruh informasi utama, serta disusun ulang agar lebih mengalir dan sesuai dengan gaya penulisan berita media nasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)





