Saham Porto Maruarar Sirait (COCO) Terbang 129 Persen Tersengat Rights Issue

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mencuri perhatian investor setelah melesat 128,97 persen dalam sepekan.

Saham Porto Maruarar Sirait (COCO) Terbang 129 Persen Tersengat Rights Issue. (Foto: Wahana Interfood)

IDXChannel – Saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), salah satu emiten yang masuk dalam portofolio Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, mencuri perhatian investor setelah melesat 128,97 persen dalam sepekan.

Reli saham ini didorong rencana rights issue senilai Rp1,28 triliun yang dinilai menjadi katalis utama pergerakan harga.

Baca Juga:
Tokopedia Tegaskan Tak Ada PHK Massal, hanya Penataan Tenaga Kerja

Pada perdagangan Senin (6/7/2026) hingga pukul 15.01 WIB, saham COCO naik 14,48 persen ke level Rp332 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp126,81 miliar.

Nama Maruarar sebelumnya ikut menjadi sorotan setelah data pemegang saham di atas 1 persen kembali dapat diakses publik.

Baca Juga:
IHSG Hilang Tenaga usai Reli 3 Hari, Level 5.800 Jadi Penentu

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Juni 2026, Maruarar tercatat memiliki 113.262.600 saham COCO atau setara 3,18 persen.

Selain COCO, Maruarar juga tercatat memiliki 737.518.000 saham PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) atau setara 4,92 persen, 114.864.500 saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) atau 1,91 persen, serta 78.444.800 saham PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) atau setara 1,10 persen.

Baca Juga:
MAPA Dinilai Tetap Tangguh Meski Tekanan Makro Meningkat

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, Senin (6/7), reli saham COCO dipicu oleh rencana rights issue senilai Rp1,28 triliun.

Harga pelaksanaan rights issue yang ditetapkan sebesar Rp120 per saham dinilai memicu aksi spekulasi investor.

Analis juga menilai sebagian besar dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi PT Sari Murni Abadi, produsen makanan ringan Momogi.

Akuisisi tersebut diperkirakan akan memperbesar skala bisnis perseroan dan memperkuat prospek pertumbuhan ke depan.

Sentimen positif lainnya datang dari komitmen pemegang saham pengendali yang akan menyerap seluruh haknya dalam rights issue sekaligus bertindak sebagai standby buyer.

Langkah tersebut dinilai meningkatkan keyakinan pasar terhadap keberhasilan aksi korporasi dan menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan saham COCO.

Maruarar, yang akrab disapa Ara, saat ini menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto periode 2024-2029.

Sebelum duduk di kabinet, ia dikenal sebagai anggota DPR RI selama tiga periode (2004-2019) dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia juga merupakan putra dari mendiang Sabam Sirait, tokoh politik senior Indonesia.

Mengutip laman resmi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar lahir di Medan pada 23 Desember 1969 dan menempuh pendidikan Sarjana Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, lulus pada 1996. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rokok Ilegal Kian Menjamur, Penerimaan Bea Cukai Jatim Tergerus
• 26 menit lalukompas.id
thumb
Pemerintah Turun Gunung! Said Iqbal Usut Dugaan PHK di Tokopedia dan TikTok
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Danau Toba Makin Dilirik Jadi Destinasi Touring Motor
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Pihak Ruben Onsu Soroti Reaksi Plin Plan Pihak Sarwendah Soal Gugatan Hak Asuh Anak, Singgung Soal Kekecewaan
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Prediksi 15 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil John Herdman ke Piala AFF 2026, Ragnar Masuk?
• 17 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.