Anthony Gordon Bongkar Rahasia 10 Pemain Inggris Bisa Kalahkan Meksiko

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tak banyak yang menyangka Inggris mampu bertahan dalam tekanan luar biasa. Bermain dengan 10 pemain justru menjadi titik balik yang mengejutkan. Anthony Gordon akhirnya membongkar rahasia di balik kemenangan dramatis tersebut. Menurutnya, mentalitas tim menjadi pembeda saat Inggris menyingkirkan Meksiko dari Piala Dunia 2026.

Timnas Inggris sukses mengamankan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah melewati duel sengit melawan Timnas Meksiko pada babak 16 besar. Bertanding di Azteca Stadium, skuad asuhan Thomas Tuchel keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 3-2 dalam laga yang penuh tekanan hingga peluit akhir dibunyikan.

Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena The Three Lions harus menyelesaikan pertandingan dengan hanya 10 pemain. Jarrel Quansah diganjar kartu merah pada awal babak kedua, membuat Inggris dipaksa bertahan sekaligus tetap mencari peluang mencetak gol di tengah gempuran tuan rumah.

Seusai pertandingan, Anthony Gordon mengakui dirinya masih sulit mempercayai apa yang baru saja diraih timnya. Winger Inggris itu menilai perjuangan yang mereka lalui sangat berat sehingga kemenangan tersebut memiliki arti yang begitu besar.

“Saya rasa semuanya baru benar-benar terasa nanti malam. Cara kami merayakan kemenangan ini adalah sesuatu yang mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup,” ujar Gordon kepada BBC Sport, Senin (6/7/2026).

Gordon mengungkapkan bahwa sebelum laga dimulai, seluruh pemain sudah menyadari mereka akan menghadapi tantangan yang sangat besar. Atmosfer pertandingan, dukungan publik Meksiko, hingga besarnya arti laga telah menjadi bahan pembicaraan di ruang ganti sejak jauh hari.

Namun menurutnya, realitas di lapangan ternyata jauh lebih berat daripada perkiraan mereka sebelumnya.

“Kami berbicara bahwa ini adalah kesempatan sekali seumur hidup, baik dari atmosfer maupun besarnya pertandingan. Namun, kami juga tahu laga ini akan menguji kami, dan ternyata ujian itu datang dalam bentuk yang paling sulit. Kami berhasil melewatinya, dan itu sudah menggambarkan siapa kami sebagai sebuah tim.”

Selain tekanan dari lawan, Gordon juga menyoroti kondisi stadion yang berada di dataran tinggi. Faktor tersebut membuat para pemain Inggris membutuhkan waktu untuk menyesuaikan ritme permainan, terutama pada awal pertandingan.

Meski demikian, ia menilai pengalaman bermain di level tertinggi membantu seluruh pemain tetap tenang dan mampu beradaptasi dengan situasi yang ada.

“20 menit pertama sangat sulit karena faktor ketinggian. Namun kami adalah pemain-pemain yang bermain di level tertinggi. Itulah pekerjaan kami. Kami sudah tahu pertandingan ini akan berat, tetapi inilah saatnya pemain-pemain besar tampil di momen besar.”

Situasi berubah semakin rumit ketika Quansah diusir wasit. Bermain dengan satu pemain lebih sedikit memaksa setiap pemain Inggris bekerja ekstra demi menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

Gordon mengaku dirinya merasa memiliki tanggung jawab lebih besar setelah kartu merah tersebut. Ia berusaha membantu seluruh lini dengan intensitas kerja yang lebih tinggi demi memastikan tim tetap mampu bertahan hingga laga berakhir.

“Ketika kami kehilangan satu pemain karena kartu merah, saya tahu saya harus bisa diandalkan dan berlari lebih keras dari biasanya. Saya ingin menjadi pemain yang mampu melakukan segalanya. Apa pun jenis pertandingannya, saya ingin bisa memberikan perubahan. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk tim, dan semoga saya berhasil melakukannya.”

Bagi Gordon, keberhasilan Inggris bukan semata-mata ditentukan oleh hasil pertandingan. Ia menegaskan bahwa fokus utama skuad asuhan Thomas Tuchel adalah menjaga kualitas permainan, konsistensi latihan, dan kesiapan menghadapi setiap tantangan.

“Kami fokus pada proses, bagaimana kami bermain dan bagaimana kami berlatih. Hasil akhir tidak pernah bisa kami kendalikan, tetapi kami bisa mengendalikan cara kami bereaksi dan cara kami mempersiapkan diri. Sejauh ini, pendekatan itu memberikan hasil yang baik bagi kami,” tutupnya.

Perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 belum berakhir. Dalam beberapa hari ke depan, mereka sudah ditunggu tantangan yang tidak kalah berat pada babak perempat final.

Lawan berikutnya adalah Timnas Norwegia yang sebelumnya secara mengejutkan menyingkirkan Brasil di babak 16 besar. Jika ingin terus melaju menuju semifinal, Inggris harus kembali menunjukkan mental baja dan performa terbaik seperti saat menaklukkan Meksiko. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mencari Nadira, Mahasiswi Telkom University yang Hilang Tanpa Kabar
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pertama Kali ke Luar Negeri? Ini 5 Checklist Self Care Sebelum Berangkat Liburan
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Stand Bapenda Sumut 'Anti Celingak-Celinguk'! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab'
• 11 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Saham Porto Maruarar Sirait (COCO) Terbang 129 Persen Tersengat Rights Issue
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Atasi Trauma Masa Kecil
• 5 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.