Di tengah maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan, termasuk kabar PHK besar-besaran di PT Tokopedia pascaakuisisi oleh TikTok, Wali Kota Bima A. Rahman alias Aji Man justru menjadi sorotan publik setelah melantik sejumlah anggota keluarga dekatnya ke jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima.
Kebijakan tersebut memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet menilai pelantikan itu menunjukkan kontras dengan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi dan sulit memperoleh pekerjaan. Mereka juga mempertanyakan potensi praktik nepotisme.
"PHK lagi banyak-banyaknyaaa, tapi ada pejabat yang ngelantik sanak saudaranya. Hadeh. Gws deh," tulis akun hilmial12.
Komentar serupa disampaikan akun *adindapdmg*, "Gilaaa nepotisme skrg terang-terangan banget." Sementara akun *susilo.s***** menulis, "Zaman sekarang mah enggak ada rasa malu apalagi enggak enak, gas aja terus."
Pemkot Bima Buka Suara, Klaim Sesuai Aturan ASN
Pemkot Bima sebelumnya menegaskan bahwa hubungan kekeluargaan tidak menjadi dasar dalam pengisian jabatan. Pemerintah daerah menyatakan seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Selama memenuhi persyaratan administratif, memiliki kompetensi, loyalitas, integritas, dan dinilai mampu mengemban tugas, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk dipertimbangkan menduduki jabatan," ujar Juru Bicara Pemkot Bima, Muhammad Hasyim.
Ia menambahkan, seluruh proses pengangkatan pejabat telah melalui mekanisme dan persyaratan yang berlaku.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan bersama 87 pejabat lainnya di Aula Maja Labo Dahu, Pemkot Bima, pada Rabu (1/7/2026).
Tiga anggota keluarga dekat Wali Kota Aji Man yang dilantik adalah:
- Istri, Badrah Ekawati, sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bima.
- Ipar, M. Auwalyah, sebagai Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bima.
- Sepupu, Irwansyah, sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Bima.
Perbincangan mengenai pelantikan tersebut semakin ramai karena terjadi di tengah isu PHK di berbagai sektor. Salah satunya adalah kabar pemangkasan tenaga kerja di PT Tokopedia setelah perusahaan itu berada di bawah pengelolaan TikTok.
Menurut laporan yang beredar, jumlah karyawan Tokopedia berkurang signifikan sehingga hanya sebagian kecil pekerja yang tetap bertahan, terutama di unit bisnis, trust and safety, serta divisi teknologi.




