Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah memprioritaskan menjaga stabilitas fiskal negara, ketimbang mengabulkan usulan tambahan hak keuangan kepala daerah melalui skema persentase dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Bernapas dulu lah. Fiskal kita, kita jaga dulu keberlangsungannya agar fiskal kita stabil, sehat, dan berkelanjutan,” kata Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Advertisement
Said mengungkapkan, pembahasan mengenai tambahan hak keuangan aparatur negara, termasuk kepala daerah, ditunda terlebih dahulu.
“Harapan saya direm dulu hal-hal yang menyangkut kebutuhan aparatur kita,” ujarnya.
Menurut Said, fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga kredibilitas fiskal sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi bersifat inklusif.
“Yang terpenting sekarang bagaimana kredibilitas fiskal kita jaga, kemudian pertumbuhan ekonomi kita inklusif. Tidak sekadar tumbuh, tapi masyarakat di bawah juga merasakan dampaknya,” katanya.




