EtIndonesia.com Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidatonya baru-baru ini secara khusus memperingatkan bahwa komunisme sedang menjadi “ancaman mematikan” bagi kelangsungan hidup Amerika Serikat. Sejumlah akademisi dan pengamat menilai Trump memang mencalonkan diri kembali sebagai presiden dengan tujuan menghadapi ancaman tersebut, dan kini telah siap untuk mengalahkan komunisme.
Dalam pidato peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat di Mount Rushmore, salah satu pesan utama Trump adalah peringatan keras bahwa komunisme merupakan ancaman mematikan terhadap kebebasan Amerika. Ia menegaskan bahwa komunisme bertentangan secara fundamental dengan semangat pendirian Amerika Serikat.
Trump bahkan menyatakan bahwa komunisme merupakan ancaman terbesar yang dihadapi Amerika sejak negara itu berdiri, melampaui ancaman pada Perang Dunia I, Perang Dunia II, serangan Pearl Harbor, bahkan serangan teroris 11 September (9/11).
Para analis menilai pernyataan Trump tersebut merupakan deklarasi yang sangat tegas terhadap komunisme dan dimaksudkan untuk kembali menegaskan peran Amerika Serikat sebagai mercusuar demokrasi dunia.
“Trump memilih menyampaikan deklarasi seperti ini pada momen bersejarah, yaitu lebih dari 250 tahun berdirinya Amerika Serikat. Hal ini ibarat membersihkan debu yang menutupi mercusuar Amerika agar kembali memancarkan cahayanya. Dalam situasi saat ini, langkah tersebut sangat penting dan memang diperlukan,” ujar pakar masalah Tiongkok sekaligus pengamat politik Wang He.
Pengamat media senior sekaligus akademisi Fang Wei mengatakan bahwa pernyataan Trump mengenai komunisme memiliki tiga poin penting.
Menurut Fang, poin pertama adalah bahwa Trump memahami Partai Komunis suatu saat akan kembali bangkit, dan itulah salah satu alasan ia mencalonkan diri sebagai presiden.
Poin kedua, Trump dinilai memahami bagaimana Partai Komunis memperoleh dan mempertahankan kekuasaan.
“Cara Partai Komunis memperoleh kekuasaan adalah dengan menipu masyarakat. Mereka memberikan berbagai janji. Seperti yang baru saja dikatakan Presiden Trump, menjadi seorang komunis sangat mudah, cukup mengatakan ‘Saya akan memberikan segalanya kepada Anda.’ Lalu dari mana semua itu berasal?” jelasnya.
Ia kemudian mengutip isi buku “Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis”, yang menyatakan:
“Partai Komunis tidak melakukan produksi dan tidak menciptakan penemuan. Satu-satunya cara mereka memberikan sesuatu kepada orang lain adalah dengan mengambil milik orang lain. Itulah hakikat komunisme.”
Fang mengatakan Trump memahami bahwa ideologi komunis pada akhirnya akan memperlihatkan wajah aslinya dan runtuh dengan sendirinya.
Poin ketiga, menurut Fang, adalah pernyataan Trump yang berbunyi:
“Permainan telah dimulai. Saksikan saja.”
Fang menafsirkan ucapan tersebut sebagai isyarat bahwa Amerika Serikat kini sedang menghadapi pertarungan melawan bangkitnya komunisme di dalam negeri.
Dalam pidatonya, Trump juga berjanji bahwa pada tonggak sejarah 250 tahun Amerika Serikat, rakyat Amerika akan “segera mengalahkan komunisme”, serta terus membangun Amerika menjadi “lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat daripada sebelumnya.”
Ia juga menegaskan : “Amerika Serikat tidak akan pernah menjadi negara komunis.”
Sementara itu, Wang He mengatakan bahwa Amerika Serikat merupakan negara pertama di dunia yang memiliki konstitusi tertulis.
Menurutnya, baik Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat maupun Konstitusi Amerika Serikat telah membentuk ideologi dan tradisi politik negara tersebut.
Ia menambahkan bahwa meskipun Amerika saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti polarisasi politik dan beragam arus pemikiran yang saling bertentangan, nilai-nilai inti sistem politik Amerika tetap tidak berubah.
“Hari ini Trump kembali menghidupkan dan mengembangkan nilai-nilai inti tersebut,” tegasnya.
Laporan Kiu Yue, koresponden NTD Television di Amerika Serikat.





