JAKARTA, KOMPAS.com - Tak semua anak di Jakarta beruntung bisa mengenyam pendidikan, meski tinggal di ibu kota.
Ada banyak penyebab yang membuat anak tetap sulit bersekolah di Jakarta, meski sebagian besar sekolah sudah digratiskan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Salah satu remaja asal Cilincing, Jakarta Utara, bernama Desi (16), mengaku sempat putus sekolah saat duduk di kelas lima sekolah dasar (SD).
"Saya putus sekolah saat kelas lima SD. Jadi, selama tiga tahun saya tidak sekolah karena ikut ibu ke Makassar. Di Makassar saya menganggur," tutur dia saat ditemui Kompas.com di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (3/7/2026).
Baca juga: Sanggar Kegiatan Belajar di Cilincing, Tempat Anak-anak Pesisir Kembali Berani Bermimpi
Desi mengaku, saat pindah ke Makassar ia sangat ingin tetap melanjutkan sekolah. Namun, karena saat itu masih dalam masa Pandemi Covid-19, ia terkendala mengurus surat pindah sekolah.
Di sisi lain, keluarganya di Jakarta tidak ada yang bisa membantu mengurus surat perpindahan tersebut. Akibatnya, ia terpaksa menghabiskan waktu di rumah tanpa bersekolah.
Menghabiskan waktu bertahun-tahun di rumah membuat Desi sempat putus asa karena masa depannya terasa terancam akibat tak lagi mengakses pendidikan.
Selain itu, Desi juga sempat mengubur cita-citanya menjadi pramugari.
Baca juga: Anak Pesisir Cilincing Butuh Perhatian Pemerintah, dari Akta Lahir hingga Akses Sekolah
Harapan kembali adaSeiring berjalannya waktu, Desi memutuskan kembali ke Jakarta demi membangun masa depannya.
"Ada kakak yang mau mengurus. Katanya, 'Ya sudah, sekolah saja. Zaman sekarang, yang sekolah saja susah dapat kerja, apalagi yang tidak sekolah'. Jadi, saya mengikuti saran kakak untuk lanjut sekolah di sini," tutur dia.
Namun, karena usianya kini sudah 16 tahun dan belum lulus sekolah dasar, ia tak lagi bisa melanjutkan pendidikan di sekolah formal.
Akhirnya, kakaknya menawarkan Desi untuk bersekolah di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 03, sekolah paket negeri milik Pemprov Jakarta.
Baca juga: Rumah Belajar Merah Putih, Harapan Anak Pesisir Cilincing di Tengah Keterbatasan
Tanpa pikir panjang, Desi menerima tawaran tersebut agar bisa menuntaskan pendidikan dasar sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.
"Makanya saat mendengar ada sekolah paket, saya langsung bersemangat lagi. Ternyata harapan saya tidak berhenti di sini, masih ada jalan untuk masa depan," ucap Desi.
Remaja itu mengaku sama sekali tidak malu kembali belajar di jenjang sekolah dasar meski usianya sudah 16 tahun.





