RI Cuma Kirim Dubes Hadiri Pemakaman Khamenei, Dino: Menyepelekan Undangan

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menyinyalir mulai lunturnya kebijakan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut Indonesia. Hal itu ia utarakan karena pemerintah hanya mengirimkan pejabat diplomatik selevel duta besar (dubes) untuk menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Kamis (9/7).

Dino menemukan bahwa Pemerintah Iran telah melakukan berbagai upaya yang gigih untuk mengundang Pemerintah RI. Namun, langkah Teheran tersebut hanya direspons Jakarta dengan mengirimkan dubes Indonesia untuk Iran ke acara pemakaman itu.

"Teheran menganggap hal tersebut sebagai sikap yang menyepelekan undangan ini. Sementara negara lain sama sekali tidak ragu mengirimkan delegasi resmi pada tingkat menteri," kata Dino lewat akun resmi Instagramnya, yang dikutip pada Senin (6/7).

Dino mencatat Pakistan berencana mengirimkan Presiden Asif Ali Zardari dalam agenda pemakaman Khamenei. Alhasil, Indonesia menjadi negara berpenduduk mayoritas muslim yang absen mengirimkan delegasi tingginya ke acara itu.

Menurutnya, pemerintah setidaknya dapat mengutus Wakil Menteri Luar Negeri urusan Dunia Islam, Anis Matta, dalam pemakaman Khamenei. Namun, tidak diambilnya langkah strategis tersebut dinilai sebagai bentuk sikap melupakan Iran sebagai sahabat lama Indonesia.

Dino berpendapat, kehadiran delegasi resmi di pemakaman Khamenei dapat menjadi momentum bahwa Pemerintah RI secara tegas menilai agresi militer Israel dan AS ke Iran merupakan aksi ilegal.

"Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi bersembunyi begitu diminta menentukan sikap dalam situasi yang sensitif," katanya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Wewengkang, mencatat undangan untuk menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei diterima pekan lalu, Kamis (2/7). Menurutnya, Pemerintah Iran mengapresiasi pengutusan duta besar Indonesia untuk Iran di Teheran ke agenda tersebut.

"Pada 4 Juli 2026 pagi waktu Teheran, dubes RI hadir dalam acara penghormatan dan doa bersama bagi jenazah almarhum yang disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran," kata Yvonne dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (6/7).

Yvonne menyampaikan rangkaian penghormatan kepada Ayatollah Khamenei berlangsung hampir sepekan pada 3-9 Juli 2026. Penghormatan tersebut akan dilakukan di berbagai kota yang berada dalam dua negara, yakni Iran dan Irak.

Sementara itu, jenazah Ayatollah Khamenei secara resmi dimakamkan pada akhir masa penghormatan, Kamis (9/7) pekan ini. "Pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya untuk hadir dalam rangkaian acara penghormatan kepada Ayatollah Khamenei," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG: Waspada gelombang 1,5-2,5 meter di perairan Sultra sampai 9 Juli
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Grup Vokal NPD Bakal Gelar Konser di 12 Titik Selama 72 Jam Nonstop, Ada Live Streaming Eksklusif
• 44 menit lalugrid.id
thumb
Operasikan Satu Pabrik Pengolahan Udang, Modal Kerja PMMP Disorot Bursa
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Agrinas Palma Buka Lebih dari 20 Ribu Lowongan Kerja untuk Kelola Kebun Sawit
• 24 menit lalukompas.tv
thumb
Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.