Perbaikan Jalan Manggopoh - Padang Luar Dialokasikan Rp20 Miliar

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com , PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk penanganan ruas jalan provinsi yang berada di Simpang Gudang Manggopoh - Padang Luar di Kabupaten Agam. 

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan untuk proses tender selesai dilaksanakan dan selanjutnya pengerjaan sudah bisa dimulai, namun ada beberapa hal lagi yang perlu untuk disiapkan yakni terkait mekanisme dan tahapan lainnya.

“Anggaran sudah ada, proses tender juga sudah. Tapi ada beberapa tahapan lagi yang harus diikuti, agar pekerjaan nantinya itu dapat berjalan sesuai aturan dan menghasilkan kualitas yang baik,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).

Dia menjelaskan adapun alokasi anggaran Rp20 miliar tersebut terbagi dalam dua paket pekerjaan. Paket pertama senilai Rp6 miliar untuk penanganan ruas Simpang Gudang Manggopoh hingga Lubuk Basung, saat ini sedang dalam proses tender. 

Selanjutnya untuk paket kedua senilai Rp14 miliar, itu akan difokuskan untuk penanganan jalan yang terdampak longsor dan amblas di kawasan Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, beserta titik-titik rawan di sekitarnya.

“Secepatnya pengerjaannya akan dimulai,” tegasnya.

Baca Juga

  • BI Peringatkan Dampak El Nino Terhadap Inflasi di Sumbar
  • Penyaluran TKD di Sumbar Capai Rp10,76 Triliun hingga Mei 2026, Naik 30,33%
  • Realisasi Pendapatan Negara di Sumbar Rp3,64 Triliun per Mei 2026

Sebelumnya untuk penanganan dan pemeliharaan rutin Pemprov Sumbar melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) III Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumbar sudah melakukan sejumlah penambalan dan perbaikan jembatan di ruas jalan tersebut, tepatnya di kawasan Lubuk Basung.

Mahyeldi juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung proses pembangunan tersebut, agar proses pengerjaan bisa berjalan lancar sesuai rencana, sehingga untuk ruas jalan provinsi Simpang Gudang Manggopoh hingga Padang Luar memiliki panjang sekitar 69,43 kilometer dan merupakan salah satu jalur strategis di Kabupaten Agam.

“Jalan tersebut menghubungkan sejumlah kawasan penting, seperti Lubuk Basung, Maninjau, Kelok 44, Matur, IV Koto, hingga Banuhampu, sehingga berperan besar dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya.

Menurutnya kerusakan jalan di ruas tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Selain usia jalan dan tingginya intensitas kendaraan bertonase besar, kawasan itu juga kerap terdampak bencana alam seperti longsor dan amblas akibat kondisi geografis yang berbukit.

“Sering kali setelah satu titik selesai ditangani, muncul kerusakan baru di lokasi lain akibat bencana alam. Bahkan ada titik yang sebelumnya sudah diperbaiki kembali rusak karena longsor. Karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran yang tersedia,” jelasnya.

Kendati demikian, Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah di Sumbar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri Ungkap Modus Korupsi Batu Bara: Manipulasi Kualitas dan Harga Kontrak
• 3 jam laludetik.com
thumb
Plafon Kredit Program Perumahan Naik Jadi Rp 50 Triliun, Ini Syarat Penerimanya
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Orang Terkaya di Prancis Ditagih Pajak Rp462 Miliar, Bos LVMH Tak Terima dan Lawan Balik
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KPK Ungkap Menhut Laporkan Penolakan Gratifikasi Setelah Bupati Kuansing Ditahan
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
PM India Kunjungi Indonesia di Awal Pekan, Bakal Lalui 12 Ruas Jalan Ini
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.