Pabrik iPhone Diserang Maling, Pemerintah Sampai Turun Tangan

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Petugas keamanan memeriksa kendaraan yang melintas di pintu masuk Pabrik Elektronik Tata yang memproduksi komponen iPhone di Hosur, Tamil Nadu, India, 28 September 2024. REUTERS/Haripriya Suresh

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah India mulai menyelidiki kebocoran data yang menimpa Tata Electronics setelah dokumen rahasia terkait iPhone 18 Pro yang belum dirilis bocor ke dark web. Ini menjadi pernyataan resmi pertama pemerintah India mengenai insiden tersebut.

Penyelidikan dilakukan setelah kelompok ransomware membocorkan berbagai file hasil pencurian data dari Tata Electronics, salah satu pemasok Apple di India.


Dokumen yang bocor mencakup daftar komponen sensitif, daftar pemasok, hingga foto-foto iPhone 18 Pro yang belum diluncurkan ke publik.

"Kami sedang menyelidiki," kata Sekretaris Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India, S. Krishnan, dikutip dari Reuters, Senin (6/7/2026).

Pilihan Redaksi
  • Cara Tahu Chat WhatsApp Sudah Dibaca Meski Centang Biru Dimatikan
  • Pemilik iPhone Ramai-Ramai Komplain HP Tiba-Tiba Penuh, 100 GB Hilang

Krishnan mengatakan insiden tersebut telah dilaporkan kepada Computer Emergency Response Team (CERT-In), lembaga utama pemerintah India yang bertanggung jawab menangani persoalan keamanan siber.

Kebocoran ini dinilai mengancam rantai pasok iPhone yang selama ini dibangun Apple melalui jaringan pemasok global dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi.

Apple sendiri diperkirakan akan meluncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September mendatang. Namun, kebocoran tersebut sedikitnya memuat enam dokumen yang mengungkap perusahaan-perusahaan mana saja yang memproduksi komponen tertentu untuk lini iPhone 18 Pro.

Informasi tersebut selama ini tidak pernah diungkap Apple dalam daftar resmi pemasok yang dipublikasikan perusahaan.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Tata Electronics telah menunjuk konsultan global untuk melakukan audit forensik atas insiden tersebut. Langkah itu diambil setelah dokumen milik sejumlah perusahaan teknologi lain, seperti Tesla, Qualcomm, dan TSMC, juga ikut muncul di dark web akibat kebocoran yang sama.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Risiko Kebocoran Data Dari AI Mengintai, Ini Strategi Komdigi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Motif Keji Pria di Lumajang Bunuh Pacar, Sakit Hati Diejek usai Berhubungan Badan
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
MRP Papua Tengah: Keberhasilan Otsus diukur dari kesejahteraan OAP
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Satgsa TNI Sita 47 Senjata Api dari OPM, 59 Anggota KKB Kembali ke NKRI
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
SUGBK Batal Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Ini Dua Stadion Penggantinya!
• 7 jam laludisway.id
thumb
Mikel Oyarzabal: Portugal tim elite, tetapi Spanyol tidak gentar
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.