HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan verifikasi lapangan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan menyimpan banyak cerita tentang perjuangan dan harapan para calon mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Program beasiswa ini menjadi jembatan penting agar mimpi mengenyam pendidikan tinggi tetap dapat diwujudkan, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk mengubah masa depan mereka dan keluarganya.
Salah satu calon mahasiswa, Araya Dewisyah Wijaya R, yang diterima di Program Studi Hukum Administrasi Negara, Fakultas Hukum Unhas, mengaku bahwa Unhas adalah universitas impian sejak kecil. Araya yang berasal dari keluarga sederhana dengan ayah yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring, sangat berharap dapat lolos seleksi Beasiswa KIP Kuliah untuk menjadi sarjana pertama dalam keluarganya.
“Unhas adalah universitas impian saya sejak kecil. Alumninya banyak yang sukses dan termasuk dalam 10 kampus terbaik di Indonesia. Saya sangat berharap dapat lulus seleksi Beasiswa KIP Kuliah. Saya ingin menjadi sarjana pertama di keluarga, dan ingin mengubah masa depan,” jelas Araya saat ditemui oleh Tim Verifikator Unhas pada Selasa, 30 Juni 2026.
Ibu Araya, Mujuarti, menambahkan bahwa pendidikan tinggi adalah satu-satunya jalan untuk memperbaiki kehidupan keluarga mereka.
“Semoga Araya mendapat KIP Kuliah, bisa menggapai cita-citanya menjadi pengacara, sukses ke depannya, dan dapat memutus tali kemiskinan keluarga kami,” pungkas Mujuarti dengan haru.
Dari Kabupaten Pinrang, Muhammad Rusdi yang diterima di Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Unhas, juga menggantungkan harapannya pada Beasiswa KIP Kuliah. Rusdi merupakan anak pertama dalam keluarganya yang melanjutkan pendidikan tinggi, meskipun menghadapi kondisi ekonomi yang sulit setelah ayah kandungnya meninggal dan ayah tirinya hanya bekerja sebagai petani penggarap dengan penghasilan tidak menentu.
“Saya berharap bisa lolos Beasiswa KIP Kuliah, agar dapat membantu mengurangi beban keluarga untuk proses studi saya di perguruan tinggi,” kata Rusdi dengan penuh harap.
Araya dan Rusdi hanyalah sebagian dari ratusan calon mahasiswa yang ditemui Tim Verifikator Unhas selama proses verifikasi lapangan. Setiap rumah yang dikunjungi menyimpan cerita tentang keluarga yang bekerja keras dan anak-anak yang percaya bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk meraih masa depan lebih baik.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp. Ortognat.D., menegaskan bahwa semangat para calon mahasiswa mengingatkan pentingnya pemerataan akses pendidikan tinggi.
“Kisah-kisah yang kami temui menunjukkan bahwa pendidikan masih menjadi harapan terbesar banyak keluarga. Kami berharap KIP Kuliah dapat membuka jalan bagi mereka untuk meraih cita-cita dan meningkatkan kualitas hidup keluarganya,” terang Prof. Ruslin pada Kamis, 2 Juli 2026.
Melalui program Beasiswa KIP Kuliah, Unhas berkomitmen membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda yang memiliki potensi dan semangat belajar, meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi. Kesempatan ini tidak hanya mengantarkan mereka menuju kampus impian, tetapi juga menjadi awal lahirnya generasi yang mampu membawa perubahan bagi keluarga, daerah, dan bangsa. (*)





