KYIV, KOMPAS.TV - Rusia kembali menembakkan gelombang serangan ke Ukraina dan dilaporkan setidaknya menewaskan 21 orang.
Gelombang serangan tersebut dilakukan Rusia pada Senin (6/7/2026) waktu setempat.
Seperti dilaporkan Associated Press, Kepala Administrasi Militer Kyiv Tymur Tkachenko, Ibu Kota Ukraina itu menjadi target utama serangan dan menewaskan lebih dari 15 orang. Sedangkan 56 orang lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Israel Tak Percaya
Sementara itu, menurut Kepala Adminsitrasi Regional Mykola Kalashnyk, enam orang terbunuh di kawasan yang lebih luas dan 21 orang terluka.
Pekerja darurat melakukan pencarian terhadap para penyintas yang terkubur di reruntuhan area apartemen yang berada di dua lokasi yang terkena serangan langsung.
Angkatan Udara (AU) Ukraina mengungkapkan, Rusia telah menembakkan 351 drone dan 68 rudal, dengan Kyiv sebagai target serangan.
Meski sebagian besar bisa dihalangi oleh pertahanan udara Ukraina, namun 29 rudal balistik mengenai targetnya.
“Untuk mencegat rudal balistik, kita memerlukan sarana pencegatan,” ujar Juru Bicara Angkatan Udara Ukraina, Yurii Ihnat.
“Pihak Rusia tentu memanfaatkan fakta saat ini terdapat kekurangan serius pasokan rudal pencegat, baik di Ukraina maupun di dunia,” sambungnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Associated Press
- rusia
- gelombang serangan
- ukraina
- drone
- rudal balistik
- kyiv





