Solo: Sebanyak 20 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Solo masih kekurangan siswa meski tahap Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 telah berakhir. Dari jumlah tersebut, masing-masing sekolah hanya memperoleh kurang dari 10 siswa.
"Kepala sekolah akan kami monitoring dan evaluasi secara langsung. Kepala sekolah yang tidak bisa menambah jumlah murid di sekolah negerinya akan kita evaluasi. Karena anggarannya sama, tetapi kenapa ada sekolah yang diminati dan ada yang tidak. Berarti memang kepala sekolah yang harus saya review," ungkap Wali Kota Solo Respati Ardi, di Solo, Senin, 6 Juni 2026.
Salah satu upaya yang bakal dilakukan yakni menggelar Training of Trainer (ToT) untuk seluruh kepala sekolah. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan negeri yang sedang disiapkan pemerintah.
Baca Juga :
Sepi Peminat, 18 SMP Swasta di Gunungkidul Belum Dapat Murid BaruDi sisi lain, terkait sekolah kekurangan siswa, dirinya menegaskan para siswa tersebut tetap bakal mendapatkan layanan pendidikan.
"Yang terpenting transformasi pendidikan negeri. Kita akan menggelar ToT untuk kepala sekolah. (Untuk SDN kurang siswa) Kita tetap berjalan dan memfasilitasi keluarga yang sekolah. Kuncinya transformasi pendidikan negeri," imbuh Respati.
Ilustrasi (Pexels)
Sebanyak 20 SDN di Solo tercatat hanya menerima kurang dari 10 siswa baru pada SPMB 2026, yakni:
- SDN Tegalayu: 3 siswa
- SDN Jajar: 7 siswa
- SDN Kabangan: 8 siswa
- SDN Tunggulsari I: 9 siswa
- SDN Tegal Rejo–SDN Pajang 4 (regroup): 6 siswa
- SDN Pajang 2: 7 siswa
- SDN Kauman: 6 siswa
- SDN Kusumadilagan: 2 siswa
- SDN Gading–SDN Carangan (regroup): 9 siswa
- SDN Sawahan 2: 2 siswa
- SDN Kepatihan: 9 siswa
- SDN Bororejo: 4 siswa
- SDN Kalangan: 6 siswa
- SDN Munggung 2: 7 siswa
- SDN Cinderejo: 8 siswa
- SDN Sumber 1: 7 siswa
- SDN Sumber 3: 8 siswa
- SDN Sumber 6: 7 siswa
- SDN Banyuanyar 2–SDN Sumber 5 (regroup): 8 siswa
- SDN Praon: 4 siswa




