Bagaimana Bisa Sekelas Anggota Kongres AS Sebut Orang Palestina Aslinya Saudi, Publik pun Geram

republika.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pernyataan anggota Kongres Amerika Serikat, Randy Fine, memicu gelombang kontroversi setelah dia mengklaim bahwa istilah "Palestina" hanyalah istilah yang direkayasa.

Dia menyebut penduduk Jalur Gaza sebagai orang-orang Arab yang bermigrasi dari negara-negara Arab. Pernyataan tersebut kembali menghidupkan narasi yang menyangkal identitas nasional rakyat Palestina.

Baca Juga
  • Apakah Kemesraan ‘Cinta Segitiga’ AS, Israel, dan Yahudi Semakin Retak?
  • Koridor Rel Kereta Baru Turki: Ancaman Senyap terhadap Posisi Strategis Israel??
  • Jika Orang Kafir, Jin, hingga Pohon Tersentuh Alquran Mengapa Kita Muslim Tidak? Ini 8 Sebabnya

Dalam wawancara bersama kreator konten Elliott Biewick, Fine mengatakan istilah Palestina adalah istilah yang dibuat-buat, tidak ada yang namanya bangsa Palestina.

Dia juga mengklaim bahwa penduduk Jalur Gaza hanyalah orang-orang Arab yang datang dari Arab Saudi, bahkan menyebut bahwa nama keluarga yang paling banyak dijumpai di Gaza adalah "al-Mashri" (orang Mesir).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dia menambahkan bahwa istilah "Palestina" baru diciptakan beberapa dekade lalu oleh Uni Soviet sebagai bagian dari upaya melawan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut segera memicu reaksi luas di berbagai platform media sosial. Sejumlah jurnalis, peneliti, dan aktivis menolak klaim tersebut, dengan menegaskan bahwa nama Palestina telah terdokumentasi dalam sejarah sejak ribuan tahun silam.

Aktivis Palestina, Tamer Qudaih, melalui platform X menyatakan Randy Fine berbicara tentang Uni Soviet, padahal penyebutan paling awal mengenai Palestina telah ditemukan sejak era Mesir Kuno.

Dia menjelaskan bahwa sejarawan Yunani kuno, Herodotus, telah menyebut Palestina pada abad ke-5 sebelum Masehi.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dirut RSUD Batara Siang Tiba-tiba Diganti, Bupati Pangkep Tunjuk Plt
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Mencetak 136.729 hektare lahan pertanian di Papua
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Kronologi Dokter PPDS di RS Kandou Manado Meninggal Dunia, Diduga Karena Dibully sampai Kemenkes Lakukan Investigasi
• 5 jam lalugrid.id
thumb
KPK Terima Audiensi Kepala BGN: Bahas soal Pengawasan Program
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Bedah Editorial MI: Lingkaran Setan Korupsi
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.