Pembekalan Kepala Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Jangan Kotori Program Mulia Presiden

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memberikan pembekalan kepala Sekolah Rakyat agar tetap menjaga dengan baik pengelolaan anggaran program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

Jelang Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Saifullah memperingatkan para kepala Sekolah Rakyat menjauhi praktik-praktik penyimpangan seperti korupsi.

"Jangan kotori program mulia Presiden (Prabowo Subianto) ini dengan korupsi dan praktik-praktik penyimpangan. Integritas adalah syarat, bukan pelengkap," ucap Saifullah, dalam keterangan pers resmi, Selasa (7/7/2026).

Baca juga: Mensos: Pelaku Kekerasan di Sekolah Rakyat Akan Diberhentikan tanpa Teguran

Gus Ipul, panggilan karib Saifullah, meminta seluruh kepala sekolah memberikan perhatian serius kepada para siswa yang notabene berasal dari keluarga miskin ekstrem.

Mensos ingin setiap siswa Sekolah Rakyat memperoleh pendampingan dan kesempatan belajar yang optimal.

"Tolong perhatikan dengan baik dan sungguh-sungguh siswa-siswi kita ini. Ini bukan seminar formalitas," tegasnya.

Baca juga: Bangun Sekolah Rakyat di Papua Senilai Rp 1,07 Triliun, Waskita Karya Perkuat Akses Pendidikan di Indonesia Timur

Sebanyak 26 kepala Sekolah Rakyat yang baru bergabung pada tahun ajaran baru ini diminta untuk memahami administrasi kepegawaian serta kurikulum Sekolah Rakyat yang menerapkan konsep multi-entry dan multi-exit.

Sebab, kata Gus Ipul, para siswa memiliki latar belakang dan kemampuan yang beragam.

"Kurikulum sekolah rakyat itu multi-entry dan multi-exit. Tidak semuanya umurnya sama, tidak semua kemampuannya sama. Banyak anak-anak putus sekolah dua hingga tiga tahun," kata dia.

Baca juga: Pramono Kaget Siswa Sekolah Rakyat Bisa Bahasa Inggris, Arab, dan China

Ia meminta pengelolaan sekolah berasrama diperkuat melalui tata kelola yang baik dan prosedur penanganan aduan yang jelas.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Standarisasi kualitas seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia harus setara agar tidak ada kesenjangan mutu maupun prestasi antar sekolah.

"Tidak ada Sekolah Rakyat kelas dua. Semua sama, standar dan tempatnya sama," jelas Gus Ipul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
India-RI Bakal Bangun Pelabuhan yang Hubungkan Sabang dan Kepulauan Andaman
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Pastikan Kasus Korupsi Kuota Haji Berlanjut usai Praperadilan Ditolak
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Piala Presiden 2026 Bergulir, Ernando Ari: Kesempatan Emas Tambah Jam Terbang
• 9 menit laluberitajatim.com
thumb
OJK Tindak 100 Pelanggar Pasar Modal, Total Denda Capai Rp86,26 Miliar
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Ramai soal Perpres 111/2025, Budaya LGBTQ Masuk Kategori Ancaman Negara Non-Militer
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.