Pencegahan penyebaran LGBTQ akan masuk materi pendidikan agama

antaranews.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i mengatakan materi edukasi pencegahan penyebaran budaya Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ) akan masuk dalam pendidikan agama dan keagamaan.

“Bagaimana ini (pencegahan budaya LGBTQ) menjadi bagian dari kerja Kementerian Agama yang masuk ke dalam pelajaran anak-anak,” ujarnya di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan langkah tersebut penting agar respons Kemenag terhadap isu LGBTQ tidak hanya berupa pernyataan sikap, tetapi menjadi kerja kelembagaan yang sistematis.

Ia menilai penyebaran perilaku LGBTQ harus dicegah melalui jalur pendidikan, pembinaan keagamaan, serta sosialisasi yang terencana.

Apalagi, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tegas mencantumkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai ancaman non-militer terhadap pertahanan negara.

Baca juga: Mensos: Usulan RUU pelanggaran LGBT patut ditindaklanjuti

Kemenag perlu menyiapkan edukasi resmi mengenai pencegahan penyebaran budaya LGBTQ. Materi tersebut dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan agama dan keagamaan, baik di madrasah, pesantren, maupun perguruan tinggi keagamaan.

“Kemenag juga segera membentuk tim yang bertugas mulai dari penyusunan bahan edukasi, pembagian wilayah sosialisasi, hingga pelaksanaan program di lapangan,” kata dia.

Selain itu, ia mendorong adanya gerakan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

Menurutnya, PTKN perlu menjadi ruang penguatan nilai agama, kebangsaan, dan moralitas sosial.

“Perlu ada gerakan PTKN anti penyebaran budaya LGBTQ,” kata dia.

Selain melalui jalur pendidikan formal, pencegahan penyebaran budaya LGBTQ juga dilakukan melalui pendekatan penyuluhan agama.

Forum-forum keagamaan di masyarakat menjadi ruang strategis untuk memperluas edukasi pencegahan penyebaran budaya LGBTQ.

“Penyuluh agama, khutbah Jumat, pengajian di masjid dan mushalla, serta majelis taklim dapat digunakan sebagai saluran edukasi. Pendekatan ini dinilai lebih praktis dan dapat menjangkau masyarakat secara langsung,” kata Wamenag Romo Muhammad Syafi’i.



Baca juga: Kemenag siapkan konten edukasi cegah penyebaran perilaku LGBTQ

Baca juga: Ketum MUI harap pemerintah tegas tolak perilaku LGBT




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Riau Kembali Gerebek Kampung Narkoba, Puluhan Paket Sabu Disita
• 18 jam laludetik.com
thumb
Apa Itu Clash of Champions? Ajang Bergengsi yang Jadi Sorotan usai Ghaza Muhammad Al-Ghifari Dicoret
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Zulhas Targetkan Praktik Open Dumping Berakhir pada 2028, Pemerintah Bangun PLTSa Berbasis Insinerator di Bali
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Harga Emas Antam Turun di Rp 2.655.000/Gram, Galeri24 Naik ke Rp 2.653.000/Gram
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Emiten RS Mata JECX Debut di BEI, Sahamnya Langsung ARA Hampir 25%
• 8 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.