Bengkulu (ANTARA) - Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiapkan 12 proyek investasi unggulan dari sembilan kabupaten dan kota sebagai peluang investasi yang akan ditawarkan kepada calon investor guna mendorong masuknya investasi ke daerah.
"Yang kita kurasi hari ini ada 12 proyek dari sembilan kota kabupaten, tersebar di seluruh kota kabupaten di Provinsi Bengkulu. Ada mulai dari infrastruktur, kemudian komoditas seperti kopi, udang, kawasan wisata di lagun Kaur, mangrove, termasuk juga kawasan industri di Kota Bengkulu," kata Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, di Bengkulu, Senin.
Dia mengatakan proyek-proyek tersebut saat ini sedang dikurasi bersama kurator dan pemerintah daerah kabupaten kota untuk menyiapkan peluang investasi yang dinilai memiliki potensi dapat dikembangkan lebih baik di Provinsi Bengkulu.
Menurut Irfan proyek yang masuk dalam daftar kurasi berasal dari berbagai sektor strategis sehingga diharapkan dapat menarik minat investor sesuai bidang usaha masing-masing.
Dia menjelaskan 12 proyek yang dikurasi tersebar di sembilan kabupaten dan kota. Proyek tersebut meliputi Pengembangan Pengolahan Kopi Robusta di Kabupaten Kepahiang, Wisata Ikan Larangan di Kabupaten Seluma, Kawasan Wisata Hutan Mangrove dan Kawasan Industri di Kota Bengkulu, serta Pengembangan Danau Mas Harun Bastari di Kabupaten Rejang Lebong.
Selain itu, terdapat Laguna Waterpark & Resort di Kabupaten Kaur, Integrated Nursery Farming System dan Pabrik Minyak CPO di Kabupaten Bengkulu Utara, Pembangunan Industri Pengolahan Sampah di Kabupaten Mukomuko, serta Lebong Coffee Valley di Kabupaten Lebong.
Proyek lainnya yang masuk dalam kurasi yakni Pabrik Pakan Ikan dan Ayam di Kabupaten Seluma serta Rice Milling Unit dan Packaging Beras di Kabupaten Bengkulu Selatan. Seluruh proyek tersebut disiapkan sebagai portofolio investasi yang akan ditawarkan kepada calon investor.
Proses kurasi saat ini masih dalam tahap penyiapan proposal investasi sehingga setiap proyek memiliki dokumen yang memadai sebelum ditawarkan kepada calon investor.
Irfan berharap seluruh proyek yang telah dikurasi dapat menjadi portofolio investasi yang mampu meningkatkan daya tarik Provinsi Bengkulu di mata investor dan mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah.
Baca juga: BI Bengkulu konversi limbah uang rusak dua ton per bulan jadi listrik
Baca juga: BI: Penting ekonomi Bengkulu tidak bergantung konsumsi rumah tangga
"Yang kita kurasi hari ini ada 12 proyek dari sembilan kota kabupaten, tersebar di seluruh kota kabupaten di Provinsi Bengkulu. Ada mulai dari infrastruktur, kemudian komoditas seperti kopi, udang, kawasan wisata di lagun Kaur, mangrove, termasuk juga kawasan industri di Kota Bengkulu," kata Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, di Bengkulu, Senin.
Dia mengatakan proyek-proyek tersebut saat ini sedang dikurasi bersama kurator dan pemerintah daerah kabupaten kota untuk menyiapkan peluang investasi yang dinilai memiliki potensi dapat dikembangkan lebih baik di Provinsi Bengkulu.
Menurut Irfan proyek yang masuk dalam daftar kurasi berasal dari berbagai sektor strategis sehingga diharapkan dapat menarik minat investor sesuai bidang usaha masing-masing.
Dia menjelaskan 12 proyek yang dikurasi tersebar di sembilan kabupaten dan kota. Proyek tersebut meliputi Pengembangan Pengolahan Kopi Robusta di Kabupaten Kepahiang, Wisata Ikan Larangan di Kabupaten Seluma, Kawasan Wisata Hutan Mangrove dan Kawasan Industri di Kota Bengkulu, serta Pengembangan Danau Mas Harun Bastari di Kabupaten Rejang Lebong.
Selain itu, terdapat Laguna Waterpark & Resort di Kabupaten Kaur, Integrated Nursery Farming System dan Pabrik Minyak CPO di Kabupaten Bengkulu Utara, Pembangunan Industri Pengolahan Sampah di Kabupaten Mukomuko, serta Lebong Coffee Valley di Kabupaten Lebong.
Proyek lainnya yang masuk dalam kurasi yakni Pabrik Pakan Ikan dan Ayam di Kabupaten Seluma serta Rice Milling Unit dan Packaging Beras di Kabupaten Bengkulu Selatan. Seluruh proyek tersebut disiapkan sebagai portofolio investasi yang akan ditawarkan kepada calon investor.
Proses kurasi saat ini masih dalam tahap penyiapan proposal investasi sehingga setiap proyek memiliki dokumen yang memadai sebelum ditawarkan kepada calon investor.
Irfan berharap seluruh proyek yang telah dikurasi dapat menjadi portofolio investasi yang mampu meningkatkan daya tarik Provinsi Bengkulu di mata investor dan mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah.
Baca juga: BI Bengkulu konversi limbah uang rusak dua ton per bulan jadi listrik
Baca juga: BI: Penting ekonomi Bengkulu tidak bergantung konsumsi rumah tangga





