Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Sahabat Sampoerna terus menjaga tren pertumbuhan kinerja pada paruh pertama 2026.
Setelah membukukan kenaikan laba pada kuartal pertama, bank tersebut mengandalkan pembiayaan sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan ekosistem digital untuk menopang profitabilitas.
Pada kuartal I/2026, Bank Sahabat Sampoerna mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,9 miliar atau meningkat 68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,3 miliar. Kinerja positif tersebut berlanjut hingga Mei 2026 dengan laba bersih mencapai Rp11,86 miliar.
Selain pertumbuhan laba, perseroan membukukan total aset sebesar Rp17,21 triliun. Penyaluran kredit tercatat mencapai Rp10,93 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) berada di level Rp13,05 triliun. Total ekuitas juga mencapai Rp3,28 triliun, memberikan ruang bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi bisnis.
Direktur Finance & Business Planning Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan pertumbuhan laba tersebut tidak hanya berasal dari peningkatan penyaluran kredit, tetapi juga didukung strategi penyaluran pembiayaan yang lebih selektif pada sektor-sektor produktif seperti UMKM, financial institution (FI), dan segmen wholesale.
"Kami optimistis tren pertumbuhan yang positif ini akan terjaga dengan baik hingga akhir semester I/2026. Hal ini didorong oleh momentum aktivitas ekonomi domestik yang masih solid di paruh pertama tahun ini," ujar Henky kepada Bisnis, Senin (6/7/2026).
Baca Juga
- Adu Kuat Bank Kecil Milik Konglomerat pada Kuartal II/2026, Intip Prospek Kinerjanya
- Sinyal Bunga Kredit Turun, Bank Sampoerna Buka Suara
- Laba Bersih Bank Sampoerna 2025 Capai Rp13,95 Miliar
Menurut Henky, perseroan juga mulai merasakan hasil investasi pada pengembangan infrastruktur digital dan multichannel ecosystem yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Langkah tersebut mendorong peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income) sekaligus membantu meningkatkan efisiensi operasional di tengah persaingan industri perbankan.
Bank Sahabat Sampoerna akan tetap berfokus pada pembiayaan UMKM sebagai bisnis inti, sembari memperluas kolaborasi dengan perusahaan teknologi finansial (fintech), koperasi, serta berbagai institusi keuangan melalui skema channeling maupun joint financing.
Bank Sampoerna juga memastikan pertumbuhan bisnis tetap diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan penguatan manajemen risiko agar kualitas aset tetap terjaga.





