Rusia Sebut Kerja Sama Militer dengan Tiongkok Tak Ditujukan ke Negara Mana Pun

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Moskow: Kremlin menegaskan uji coba rudal strategis terbaru Tiongkok serta latihan angkatan laut gabungan dengan Rusia tidak ditujukan kepada negara mana pun.

Moskow menyebut kerja sama militer kedua negara justru menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Tiongkok memiliki hak berdaulat untuk mengembangkan kemampuan militernya, termasuk melakukan uji coba rudal.

"Kami meyakini bahwa merupakan hak berdaulat Tiongkok untuk menguji rudalnya dan mengembangkan kemampuan militernya. Tiongkok tidak mengancam negara mana pun di kawasan maupun di dunia, dan Tiongkok adalah sekutu utama serta mitra strategis kami," kata Peskov dalam konferensi pers di Moskow, Senin, 6 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Tiongkok menguji rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam di Laut China Selatan menuju Samudra Pasifik.

Peskov juga menanggapi latihan angkatan laut Maritime Interaction-2026 (Joint Sea-2026) yang digelar Rusia dan Tiongkok di Laut Kuning serta wilayah udara di sekitar Kota Qingdao pada 6-13 Juli.

Menurutnya, latihan bersama itu bersifat defensif dan tidak ditujukan kepada pihak ketiga.

"Latihan gabungan kami juga tidak ditujukan kepada siapa pun ataupun negara mana pun di kawasan, dan semua pihak seharusnya memahami hal tersebut," ujar Peskov, seperti dikutip dari laman Anadolu Agency, Selasa, 7 Juli 2026.

Sebaliknya, kata Peskov, kerja sama Rusia dan Tiongkok di bidang pertahanan merupakan faktor penting yang meningkatkan prediktabilitas dan keamanan regional. Perang Rusia-Ukraina Dalam kesempatan yang sama, Peskov turut menyinggung percakapan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu.

Ia mengatakan pembicaraan tersebut menjadi kesempatan bagi Moskow untuk menyampaikan langsung pandangannya mengenai konflik Ukraina kepada Washington.

"Itu merupakan kesempatan yang baik untuk menyampaikan posisi kami secara langsung kepada Presiden Amerika Serikat," kata Peskov.

Namun, ia menolak mengomentari respons Trump terhadap penjelasan Putin dan menyarankan pertanyaan tersebut diajukan kepada Gedung Putih.

Menanggapi laporan media yang menyebut Putin dan Trump sepakat kembali berbicara setelah Trump bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam KTT NATO di Ankara pekan ini, Peskov mengatakan kedua pemimpin memang memiliki pemahaman untuk melanjutkan komunikasi dalam waktu dekat.

Menurut Peskov, Trump juga menunjukkan sikap yang konsisten terkait perang di Ukraina.

"Presiden Trump memiliki posisi yang cukup konsisten. Spekulasi bahwa ia mengubah pandangannya seperti penunjuk arah angin tidak sesuai dengan kenyataan," ujarnya.

Peskov menambahkan salah satu aspek penting dari pendekatan Trump adalah kesediaannya mendengarkan pandangan Rusia mengenai konflik tersebut.

Baca juga:  Tiongkok dan Rusia Gelar Latihan Udara Gabungan di Asia Timur


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perampokan Permata Kembali Guncang Prancis, 20 Perhiasan Museum Raib Meski Dijaga Sistem Keamanan
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.991 per Dolar AS, Dibayangi Defisit Perdagangan dan Risiko Geopolitik
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Data Bedah Rumah Tak Sesuai, Menteri Ara Semprot Kepala Balai Perumahan Jabar
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Agustinus Anggaibak Tegaskan Keberhasilan Otsus Papua Diukur dari Kesejahteraan Orang Asli Papua
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Rusia Tembakkan Gelombang Serangan ke Ukraina dan Tewaskan 21 Orang, Disebut Luncurkan 351 Drone
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.