Bursa Asia Melemah, KOSPI Korsel Jatuh 5 Persen Dipicu Merosotnya Samsung

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Selasa (7/7/2026), dipimpin anjloknya indeks KOSPI Korea Selatan (Korsel) lebih dari 5 persen.

Bursa Asia Melemah, KOSPI Korsel Jatuh 5 Persen Dipicu Merosotnya Samsung. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Selasa (7/7/2026), dipimpin anjloknya indeks KOSPI Korea Selatan (Korsel) lebih dari 5 persen setelah aksi jual besar-besaran pada saham-saham teknologi, terutama Samsung Electronics.

Pelemahan tersebut turut menyeret indeks Nikkei Jepang, sementara investor mulai mengalihkan dana ke saham-saham bernilai (value stocks).

Baca Juga:
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933, JELI Top Gainers

Indeks KOSPI merosot 5,65 persen ke level 7.596,10 pada perdagangan pagi. Mengutip Reuters, penurunan tajam tersebut bahkan memicu aktivasi mekanisme sidecar, yang menghentikan sementara perdagangan program di bursa.

Aksi jual dipicu oleh merosotnya saham Samsung Electronics sebesar 7,47 persen.

Baca Juga:
MSCI Tetap Bekukan Saham Indonesia, Tak Ada Penambahan Emiten pada Review Agustus 2026

Padahal, produsen chip memori terbesar dunia itu memperkirakan laba operasional kuartal II-2026 melonjak 19 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, melampaui total laba gabungan selama tiga tahun terakhir berkat tingginya permintaan chip kecerdasan buatan (AI).

Meski demikian, analis menilai prospek tersebut belum cukup memenuhi ekspektasi yang sudah terlanjur sangat tinggi sehingga memicu kekhawatiran bahwa lonjakan laba sulit dipertahankan.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Turun ke Rp2.655.000 per Gram

Saham SK Hynix ikut terkoreksi 6,70 persen, sementara LG Energy Solution turun 6,77 persen setelah memperkirakan laba operasional kuartal II merosot 77 persen akibat lemahnya permintaan kendaraan listrik.

Sentimen negatif dari Korea Selatan turut menekan pasar Jepang.

Indeks Nikkei 225 turun 1,35 persen ke 68.798,93, sedangkan indeks Topix hanya melemah 0,21 persen ke 4.093,39 setelah sempat mencetak rekor tertinggi intraday.

Saham-saham produsen chip menjadi pemberat utama Nikkei. Kioxia anjlok 10,86 persen, sementara Advantest turun 0,64 persen dan Tokyo Electron melemah 1,85 persen.

Di sisi lain, investor mulai memburu saham sektor keuangan dan saham-saham bernilai yang sebelumnya tertinggal.

Menurut Kepala Strategi IwaiCosmo Securities, Kazuaki Shimada, pergerakan tersebut mencerminkan rotasi sektor yang sehat dari saham teknologi menuju saham value yang dinilai lebih murah.

Di kawasan lainnya, indeks Shanghai Composite China turun 0,76 persen dan ASX 200 Australia melemah tipis 0,02 persen.

Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,17 persen, sedangkan STI Singapura naik 0,85 persen. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pidato di Hadapan DPR RI, PM Modi Tegaskan Indonesia-India Terikat Sejarah, Budaya, dan Masa Depan
• 27 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Dua Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik Polda Sulsel, Dokter Resti Terancam Dijemput Paksa
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Rekapitulasi DPB Semester I 2026: Jumlah Pemilih di Bali Naik Jadi 3,37 Juta
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Pesan Duka Megawati untuk Ayatollah Khamenei: Peka Terhadap Derita Bangsanya
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Menlu RI dan Ketua MPR RI akan ke Iran Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.