HARIAN.FAJAR.CO.ID, VANCOUVER—Swiss dan Kolombia akan memperebutkan tiket terakhir babak 8 besar Piala Dunia 2026 di BC Place, Vancouver, subuh nanti. Ini duel dua kuda hitam dengan kekuatan berimbang.
Kedua negara sama-sama belum tersentuh kekalahan sejak babak penyisihan grup. Swiss dan Kolombia mencatatkan dua kemenangan dan sekali imbang dan menjadi juara di grup masing-masing.
Di babak 32 besar, Swiss mengalahkan Aljazair dengan skor 2-0 berkat gol Breel Embolo dan Dan Ndoye. Sementara Kolombia, mereka menekuk Ghana dengan skor tipis 1-0 lewat gol Jhon Arias.
Dengan dominasi yang mereka tunjukkan terhadap lawan-lawannya di Piala Dunia ini, termasuk atas Aljazair, Swiss sangat percaya diri menyambut duel kontra Kolombia. La Nati optimis bisa memperbaiki rekor mereka di fase knockout.
Swiss sudah memiliki rekam jejak perempat final Piala Dunia pada edisi 1934, 1938, dan 1954, namun mereka kesulitan mempertahankan konsistensi di era sistem gugur modern. Meski begitu, Swiss menunjukkan harapan besar di Amerika Utara ini.
Gelandang berusia 20 tahun, Johan Manzambi menjadi salah satu roda penggerak utama tim asuhan Murat Yakin. Bintang muda Freiburg itu sudah mencetak tiga gol dan dua assist dan menjadi pemain muda dengan penampilan terbaik sejauh ini.
Bersama Dan Ndoye, Ruben Vargas, dan Embolo, Manzambi sukses menghadirkan teror terhadap lawan-lawan Swiss dan Murat Yakin berharap mereka bisa melanjutkannya dini hari nanti.
Murat Yakin sendiri memastikan pertandingan ini akan jauh lebih sulit. Menurutnya, Kolombia juga punya bintang-bintang yang sangat berbahaya dan menuntut timnya menunjukkan kolektivitas di lapangan.
“Kolombia adalah tim dengan banyak kualitas teknis. Mengingat intensitas mereka, mereka bisa berbahaya kapan saja. Kita harus tetap bersatu dan tampil sebagai tim jika ingin lolos,” kata Murat Yakin di FIFA.com.
Sukses mempertegas status mereka sebagai kuda hitam dengan kemenangan atas Uzbekistan, Kongo DR, Ghana dan hasil imbang melawan Portugal, La Tricolor, julukan Kolombia juga sangat siap bertarung di babak 16 besar ini.
Dengan hanya kebobolan satu gol dan hasil imbang 0-0 melawan Portugal menjadi satu-satunya pertandingan di mana mereka gagal menang atau mencetak gol, anak asuh Nestor Lorenzo telah menunjukkan mereka lawan yang tidak bisa diremehkan.
Seperti halnya Swiss, mereka juga punya senjata menakutkan dari Bundesliga Jerman, yakni Luis Diaz. Winger Bayern Munchen itu menjadi penebar teror utama Kolombia dengan kecepatan dan tusukan-tusukannya.
Selain itu, Kolombia punya pemenang Bola Emas Piala Dunia 2014, James Rodriguez yang mampu memberikan keajaiban serangan dan bisa mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.
Tapi Nestor Lorenzo juga tak berani sesumbar dan memilih menunjukkan respek tinggi pada Swiss. Ia bahkan memprediksi pertandingan untuk menentukan lawan Argentina atau Mesir di babak perempat final ini akan sangat sulit.
“Swiss adalah tim yang sangat terorganisir. Mereka bermain bagus dan juga memiliki pemain bagus di sepertiga akhir lapangan. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit,” tegasnya.
Kolombia kehilangan striker Jhon Cordoba, yang telah dipastikan absen dari sisa Piala Dunia setelah mengalami cedera hamstring di babak 32 besar. Sebagai gantinya, Los Cafeteros akan mengandalkan striker Sporting Lisbon, Luis Suarez yang memberikan assist untuk gol kemenangan melawan Ghana.
Sedangkan Swiss, persiapan mereka sedikit terganggu dengan cedera otot gelandang Michel Aebischer. Swiss juga punya keraguan dengan bek tengah, Luca Jaquez. Kedua pemain itu berlatih terpisah karena masalah otot mereka.
Jika keduanya tidak tersedia, maka Murat Yakin kemungkinan akan menurunkan Granit Xhaka dan Remo Freuler sebagai duet gelandang bertahan dan Manuel Akanji serta Nico Elvedi beroperasi di jantung pertahanan Swiss.
Swiss dan Kolombia bertemu untuk pertama kalinya setelah duel mereka di pertandingan terakhir babak penyisihan grup Piala Dunia 1994. Saat itu, gol Hernan Gaviria dan Harold Lozano memastikan Kolombia menang 2-0 di Stadion Stanford meski mereka tetap jadi juru kunci dan tersingkir sementara Swiss lolos sebagai runner-up. (amr)
Prakiraan pemain
Swiss (4-2-3-1): Kobel; Zakaria, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Xhaka, Freuler; Ndoye, Manzambi, Vargas; Embolo
Kolombia (4-3-3): Vargas; Munoz, Sanchez, Lucumi, Mojica; Lerma, Arias, Puerta; Rodriguez, Suarez, Diaz





