Bisnis.com, JAKARTA - Kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo mengubur mimpi meraih gelar juara Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak 16 besar.
Portugal gugur di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol, Selasa (7/7/2026) dini hari.
Gol Mikel Merino pada injury time memupuskan harapan Ronaldo untuk meraih trofi Piala Dunia bersama Portugal.
Dengan usia yang sudah menginjak 41 tahun, Piala Dunia 2026 hampir dipastikan menjadi turnamen terakhir bagi Ronaldo.
Artinya, Ronaldo kemungkinan menutup karier tanpa pernah memenangi trofi Piala Dunia. Gelar Piala Dunia menjadi satu-satunya pembanding Ronaldo dengan Lionel Messi, rival abadinya.
Messi meraih 1 trofi Piala Dunia saat membawa Timnas Argentina juara pada tahun 2022 di Qatar.
Baca Juga
- Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026: Belgia Jumpa Spanyol
- Belgia Bekuk AS, Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Rontok di 16 Besar
- Presiden FIFA Akui Terima Telepon Donald Trump, tapi Bantah Intervensi soal Balogun Striker AS
Namun Ronaldo punya cara unik untuk menghibur diri setelah gagal menyamai torehan Messi tersebut.
"Piala Eropa adalah yang terpenting. Bagi saya, tahun 2016 memiliki arti yang sama pentingnya dengan Piala Dunia, jujur saja," kata Cristiano Ronaldo dikutip dari A Bola.
Ronaldo membawa Portugal menjadi juara Euro 2016 setelah mengalahkan Prancis di partai final. Baginya, trofi Euro sudah setara dengan gelar Piala Dunia.
Lebih dari itu, Ronaldo juga membahas "jasanya" yang mengantar Portugal menjadi juara di UEFA Nations League 2019 dan 2025.
"Saya bermain selama 23 tahun untuk tim nasional dan memenangkan tiga gelar; sebelum Cristiano, Portugal belum pernah memenangkan apapun," ujarnya.
Ronaldo juga menegaskan bahwa dirinya belum mengambil keputusan untuk pensiun dari Timnas Portugal.
Selama 23 tahun membela Portugal, Ronaldo memegang rekor caps terbanyak dengan 232 penampilan dan mencetak 146 gol.
Ronaldo telah memainkan 6 edisi Piala Dunia sejak debut pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Adapun debut resmi Ronaldo di Timnas Portugal adalah pada 20 Agustus 2003 saat melawan Kazakhstan.





