Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-23 tingkat provinsi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, sebagai ajang penjaringan kafilah terbaik untuk mewakili daerah pada tingkat nasional.
Gubernur Banten Andra Soni, di Serang, Senin, berharap pelaksanaan kompetisi ini dapat menjadi momentum kebangkitan kafilah Banten untuk kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional.
"Kita berharap Provinsi Banten lebih baik lagi. Kita juga pernah meraih juara umum MTQ Nasional dan kita harus berupaya kembali merebut hal itu," tegasnya.
Ia secara khusus telah menginstruksikan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Banten untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan penyelenggaraan MTQ di masa mendatang demi mengamankan target juara umum tersebut.
"Pesan kepada Ketua Umum LPTQ agar ke depan MTQ bisa menjadi lebih baik lagi adalah sinyal bahwa prestasi kita di tingkat nasional harus semakin baik," paparnya.
Baca juga: MTQ Banten ke XXI diharapkan lahir qori berkiprah hingga internasional
Baca juga: Kemenag berharap MTQ pacu akselerasi pembangunan SDM yang Qurani
Langkah strategis Pemprov Banten ini mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI. Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, memuji komitmen jajaran pemerintah daerah di Banten yang konsisten menjadikan MTQ sebagai agenda rutin tanpa keterlambatan.
"MTQ ini akan menjadi wasilah atau sarana untuk menjadikan umat Islam makin memahami dan sekaligus dapat mengamalkan isi Al Quran," kata Abu Rokhmad.
Menurutnya, sinergi antara Gubernur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para bupati dan wali kota menunjukkan komitmen luar biasa.
"Semoga dengan penyelenggaraan MTQ ini, Banten akan betul-betul meneguhkan diri sebagai provinsi yang sangat religius dan senantiasa mengedepankan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Pelaksanaan MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin (6/7) hingga Jumat (10/7), dengan mempertandingkan 14 cabang lomba.
Adapun 14 cabang yang diperlombakan pada MTQ kali ini meliputi Seni Baca Al-Qur'an, Qira'at Al-Qur'an, Hafalan Al-Qur'an, Tafsir Al-Qur'an, Fahmil Al-Qur'an, Syarhil Al-Qur'an, Seni Kaligrafi Al-Qur'an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ), Hafalan Hadits, Qiraatul Kutub, serta sejumlah golongan lainnya sesuai ketentuan standar nasional.
Melalui pelaksanaan MTQ ini, Pemprov Banten berharap dapat menjaring qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, dan peserta terbaik, sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani di seluruh penjuru daerah.
Baca juga: Pembukaan MTQ tingkat Provinsi Banten meriah
Baca juga: Kemenag buka ruang bagi penyandang disabilitas sensorik pada MTQ 2026
Gubernur Banten Andra Soni, di Serang, Senin, berharap pelaksanaan kompetisi ini dapat menjadi momentum kebangkitan kafilah Banten untuk kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional.
"Kita berharap Provinsi Banten lebih baik lagi. Kita juga pernah meraih juara umum MTQ Nasional dan kita harus berupaya kembali merebut hal itu," tegasnya.
Ia secara khusus telah menginstruksikan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Banten untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan penyelenggaraan MTQ di masa mendatang demi mengamankan target juara umum tersebut.
"Pesan kepada Ketua Umum LPTQ agar ke depan MTQ bisa menjadi lebih baik lagi adalah sinyal bahwa prestasi kita di tingkat nasional harus semakin baik," paparnya.
Baca juga: MTQ Banten ke XXI diharapkan lahir qori berkiprah hingga internasional
Baca juga: Kemenag berharap MTQ pacu akselerasi pembangunan SDM yang Qurani
Langkah strategis Pemprov Banten ini mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI. Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, memuji komitmen jajaran pemerintah daerah di Banten yang konsisten menjadikan MTQ sebagai agenda rutin tanpa keterlambatan.
"MTQ ini akan menjadi wasilah atau sarana untuk menjadikan umat Islam makin memahami dan sekaligus dapat mengamalkan isi Al Quran," kata Abu Rokhmad.
Menurutnya, sinergi antara Gubernur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para bupati dan wali kota menunjukkan komitmen luar biasa.
"Semoga dengan penyelenggaraan MTQ ini, Banten akan betul-betul meneguhkan diri sebagai provinsi yang sangat religius dan senantiasa mengedepankan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Pelaksanaan MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin (6/7) hingga Jumat (10/7), dengan mempertandingkan 14 cabang lomba.
Adapun 14 cabang yang diperlombakan pada MTQ kali ini meliputi Seni Baca Al-Qur'an, Qira'at Al-Qur'an, Hafalan Al-Qur'an, Tafsir Al-Qur'an, Fahmil Al-Qur'an, Syarhil Al-Qur'an, Seni Kaligrafi Al-Qur'an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ), Hafalan Hadits, Qiraatul Kutub, serta sejumlah golongan lainnya sesuai ketentuan standar nasional.
Melalui pelaksanaan MTQ ini, Pemprov Banten berharap dapat menjaring qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, dan peserta terbaik, sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani di seluruh penjuru daerah.
Baca juga: Pembukaan MTQ tingkat Provinsi Banten meriah
Baca juga: Kemenag buka ruang bagi penyandang disabilitas sensorik pada MTQ 2026





