EtIndonesia.com Setelah dua gempa bumi kuat mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026, anjing-anjing pencari dan penyelamat memainkan peran penting dalam operasi pencarian korban dan telah membantu menyelamatkan sejumlah orang yang masih hidup dari bawah reruntuhan. Dua gempa tersebut menghancurkan puluhan bangunan tempat tinggal, terutama di wilayah pesisir La Guaira.
Menurut laporan Reuters, berdasarkan data yang dirilis Kementerian Informasi Venezuela pada 5 Juli, jumlah korban meninggal telah meningkat menjadi 3.342 orang. Sebanyak 16.470 orang mengalami luka-luka, sementara 17.345 orang kehilangan tempat tinggal.
Sebelas hari setelah bencana, tim penyelamat internasional mulai mengakhiri operasi mereka karena harapan menemukan korban selamat semakin kecil. Meski demikian, anjing pencari tetap memainkan peran yang sangat penting dalam proses pencarian.
Anjing Pelacak Menjadi Garda TerdepanMenurut laporan AFP, salah satu anjing penyelamat bernama Sisu, seekor Labrador Retriever yang tergabung dalam tim penyelamat Amerika Serikat Florida Task Force 2, mengenakan rompi biru dan dengan penuh semangat memasuki bangunan-bangunan yang runtuh untuk mencari korban selamat hanya dengan mengandalkan indera penciumannya.
Anjing-anjing seperti Sisu telah terbukti sangat penting dalam operasi pencarian yang berpacu dengan waktu. Setiap kali tim penyelamat tiba di lokasi yang diduga masih terdapat korban yang tertimbun, anjing-anjing inilah yang biasanya menjadi pihak pertama yang melakukan pencarian.
Mendeteksi Korban Melalui Bau dan Karbon DioksidaAnggota Florida Task Force 2 lainnya, Alexander Parada, mengatakan kepada AFP bahwa tugas anjing penyelamat adalah: “Mendeteksi keberadaan manusia melalui panas tubuh, bau tubuh, dan karbon dioksida yang diembuskan.”
Di samping Parada terdapat Labrador bernama Piper, yang berhasil menemukan dan membantu menyelamatkan dua orang korban di Venezuela. Ini merupakan penugasan pertamanya dalam operasi penyelamatan.
Parada menjelaskan bahwa berkat kemampuan penciumannya, anjing pelacak dapat memeriksa wilayah yang sangat luas dalam waktu singkat sehingga mempercepat proses pencarian korban.
Kisah “Tsunami”, Anjing yang Pernah Diselamatkan Kini Menyelamatkan Orang LainSalah satu anjing penyelamat lokal bernama Tsunami, seekor Border Collie bermata berbeda warna—satu biru dan satu cokelat—menjadi inspirasi bagi banyak warga Venezuela.
Tsunami sebelumnya merupakan anjing yang berhasil diselamatkan dari penyiksaan, namun kini justru membantu menyelamatkan nyawa manusia.
Bekerja Hingga 12 Jam di Tengah Puing dan Cuaca PanasSeperti halnya rekan-rekan manusianya, anjing-anjing penyelamat bekerja dalam shift selama 12 jam.
Mereka harus bertugas di bawah suhu tinggi di La Guaira, menghadapi risiko dehidrasi serta luka akibat gesekan puing-puing bangunan. Luka lecet pada leher Sisu tampak jelas akibat medan pencarian yang berat.
Tugas mereka mengharuskan mereka menjelajahi reruntuhan bangunan, termasuk merangkak melewati lorong-lorong sempit yang terbentuk dari tembok, tiang, dan balok bangunan yang runtuh untuk mencari korban yang mungkin masih hidup.
Salah seorang anggota tim penyelamat, Sylvia Arango, mengatakan: “Saat kami menginjak tumpukan puing-puing itu, tidak ada jaminan bahwa kami akan tetap aman. Kami harus percaya pada pelatihan yang telah kami jalani.”
Operasi Penyelamatan BerlanjutOperasi pencarian kini memasuki tahap akhir, namun tim penyelamat dari berbagai negara masih terus bekerja di beberapa lokasi yang dianggap berpotensi menyimpan korban di bawah reruntuhan. (***)
Artikel ini terbit di NTDTV.com





