Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan menembakkan sedikitnya dua rudal ke arah kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz pada Senin malam.
Serangan tersebut menyebabkan dua kapal mengalami kerusakan, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Mengutip kantor berita Axios, Selasa, 7 Juli 2026, dua pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan dua kapal komersial mengalami kerusakan signifikan akibat serangan tersebut.
Sebelumnya, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker dihantam proyektil tak dikenal di sisi kiri lambungnya saat berlayar sekitar 15 kilometer di timur Limah, Oman.
Insiden itu memicu kebakaran di atas kapal, namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun pencemaran lingkungan.
Perkembangan tersebut terjadi setelah perundingan tidak langsung antara AS dan Iran pekan lalu berakhir tanpa kemajuan berarti menuju kesepakatan damai permanen.
Meski demikian, gencatan senjata selama 60 hari masih berlaku sebagai ruang bagi proses diplomasi setelah konflik yang dipicu serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan Washington akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau "menuntaskan pekerjaan" terhadap Teheran. Serangan di Teluk Oman Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan IRGC pada akhir pekan mengirim peringatan melalui radio maritim kepada kapal-kapal yang melintas.
"Rudal dan drone kami siap ditembakkan kepada kalian," demikian isi peringatan yang dikutip media tersebut dari rekaman komunikasi radio.
Salah satu kapal yang diduga menjadi sasaran adalah Al Rekayyat, kapal tanker gas alam cair (LNG) milik dan dioperasikan Nakilat, perusahaan pelayaran milik industri LNG Qatar.
Menurut The Wall Street Journal, kapal tersebut terkena serangan di sisi kiri dekat ruang mesin.
"Ruang mesin terbakar dan dipenuhi asap. Kerusakan lebih lanjut belum dapat dipastikan. Seluruh awak kapal dalam keadaan selamat dan telah berkumpul di sisi kanan kapal," demikian isi rekaman yang dikutip media tersebut.
Kapal itu dilaporkan berada di mulut Selat Hormuz, tepatnya di Teluk Oman, saat insiden terjadi.
Pelaku penyerangan belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran mengenai laporan tersebut.
Perkembangan situasi di Selat Hormuz terus menjadi perhatian pelaku pasar global mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute utama ekspor minyak dan gas dunia.
Baca juga: Menlu Jerman Tuduh Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz




