JAKARTA, KOMPAS.com - Perbaikan saluran air di bawah Jalan Assirot, yang menjadi batas wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, mulai dikerjakan pada Selasa (7/7/2026) pagi.
Pekerjaan diawali dengan pembongkaran permukaan jalan.
Lubang yang semula berdiameter sekitar 1 meter akan diperlebar hingga 6 meter agar proses perbaikan saluran air di bawahnya dapat dilakukan.
Baca juga: Jalan Assirot di Kebayoran Lama Jaksel Ambles, Diduga akibat Besi Gorong-gorong Keropos
Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat Yopi Siregar mengatakan, saluran air yang sebelumnya menggunakan pipa baja bergelombang (corrugated steel pipe) akan diganti dengan box culvert yang dinilai lebih kuat dan tahan lama.
“Jadi itu dulu salurannya pakai Aramco yang terbuat dari baja ya, baja mudah keropos. Dan kami akan mengganti dengan saluran yang baru,” jelas Yopi saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa.
Yopi menjelaskan, selain kondisi saluran air yang sudah keropos, amblesnya Jalan Assirot juga dipicu oleh pekerjaan galian utilitas, salah satunya untuk jaringan kabel.
Baca juga: Lima Bulan Jalan Ambles di Pulogadung Jaktim Belum Diperbaiki, Siapa Bertanggung Jawab?
Menurut dia, sejak 2023 Jalan Assirot beberapa kali mengalami ambles di sejumlah titik akibat adanya galian tersebut.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan masih terdapat dua titik cekungan di Jalan Assirot arah Jalan Kebayoran Lama yang berpotensi mengalami ambles.
“Ini ada terjadi jalan amblas ya, diakibatkan karena adanya galian dari utilitas ya, salah satunya PLN dan kita juga sudah bekerja sama dengan PLN untuk pengecekan bersama-sama di sini,” ujar Yopi.
Baca juga: BBWSCC Bantah Perbaikan Jalan Ambles Pulogadung Jaktim Harus Tunggu Rekomtek
Dalam proses perbaikan, petugas akan mengerahkan alat berat untuk membongkar dan mengganti saluran air. Setelah pekerjaan saluran selesai, Dinas Bina Marga akan melanjutkan dengan pengaspalan kembali ruas jalan tersebut.
“Target selesai mungkin dua minggu ya. Semoga bisa dua minggu sudah selesai. Semoga cuaca kondusif, terus lalu lintasnya juga bisa kondusif,” kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang