Jangan Asal Ikut Tren, Kenali Kulit Sebelum Beli Skincare Yuk Beauty!

herstory.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Beauty, tren skincare viral di media sosial memang semakin memudahkan menemukan rekomendasi produk. Namun, banyaknya produk yang ramai diperbincangkan justru membuat sebagian konsumen membeli skincare secara impulsif tanpa benar-benar memahami kebutuhan kulitnya. Kondisi ini mendorong pentingnya mengenali kondisi kulit lebih dulu sebelum menentukan produk maupun perawatan yang akan digunakan.

Fenomena tersebut menjadi salah satu perhatian ERHA Skincare Group yang memperkenalkan Skin AIdentify, teknologi skin analysis berbasis Artificial Intelligence (AI). 

Teknologi ini dirancang untuk membantu pengguna memperoleh gambaran awal kondisi kulit secara lebih objektif melalui analisis digital, sehingga keputusan dalam memilih produk maupun perawatan tidak hanya didasarkan pada tren yang sedang viral.

Direktur Brand & Marketing ERHA Skincare Group, Afril Wibisono, mengatakan Skin AIdentify tidak hanya berfungsi sebagai alat pemindai kulit, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju layanan dermatologi yang telah dimiliki ERHA.

"Skin AIdentify berbeda dari skin analysis atau skin scanning yang sudah ada di pasaran saat ini. Alat ini merupakan entry point ke ekosistem dermatologi yang sudah ada di ERHA Skincare, meliputi teledermatologi, klinik ERHA, dan apoteker. Pendekatan end-to-end ini memungkinkan pengguna mendapatkan gambaran kondisi kulit dengan lebih baik, berkonsultasi dengan ahli dermatologi secara lebih cepat, dan memperoleh rekomendasi produk maupun perawatan yang lebih sesuai dengan kebutuhannya," ujar Afril Wibisono.

Menurut ERHA Skincare Group, pemahaman terhadap kondisi kulit menjadi langkah awal agar konsumen dapat mengetahui apakah permasalahan yang dialami masih tergolong ringan atau sudah membutuhkan penanganan lebih lanjut. Dengan begitu, pemilihan produk tidak lagi hanya mengikuti rekomendasi yang sedang populer di media sosial.

Beauty, proses analisis melalui Skin AIdentify juga dirancang agar praktis. Pengguna cukup menggunakan foto selfie untuk mendapatkan hasil analisis dalam hitungan menit melalui akses digital, tanpa harus datang ke klinik hanya untuk mengetahui gambaran awal kondisi kulit.

Analisis yang dilakukan pun tidak sebatas mengelompokkan jenis kulit menjadi kering, berminyak, sensitif, kombinasi, atau mature. Teknologi ini juga mengevaluasi berbagai parameter lain, mulai dari kondisi skin barrier, tingkat hidrasi, pigmentasi, inflamasi, tekstur kulit, elastisitas, produksi sebum, hingga tanda-tanda penuaan seperti kerutan dan sagging assessment.

Setelah hasil analisis diperoleh, pengguna dapat melanjutkan konsultasi melalui ekosistem ERHA yang tersedia di 112 kota di Indonesia, termasuk layanan telekonsultasi, rekomendasi produk, hingga perawatan lanjutan apabila diperlukan.

"Dari hasil analisis Skin AIdentify, pengguna dapat langsung terhubung dengan ekosistem ERHA yang telah dibangun selama 27 tahun. Pengguna bisa memulai dari telekonsultasi, mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai, hingga mengakses perawatan lanjutan di klinik ERHA apabila kondisi kulit membutuhkan penanganan lebih advanced. Konektivitas ini semakin memudahkan perempuan modern untuk mendapatkan solusi bagi kesehatan kulitnya secara lebih tepat, praktis, dan menyeluruh," tutup Afril.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potensi Ekonomi Haji dan Umrah Capai Rp80 Triliun per Tahun
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Siap-Siap Gerhana Matahari Total Agustus 2026! Catat Jadwal, Jalur Lintasan, dan Cara Menyaksikan
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Minyak Melandai ke US$70, Harga Pertamax Berpeluang Turun pada Agustus
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Vietnam Ubah Masa Bebas Visa untuk WNI Jadi Hanya 14 Hari
• 11 jam laludetik.com
thumb
Vikram Sinha Perpanjang Masa Jabatan sebagai CEO Indosat hingga 2031, Fokus Percepat Transformasi AI
• 15 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.