Telkom Dorong Talenta Digital Naik Kelas lewat Kolaborasi Tel-U dan NUS

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Talenta digital Indonesia kini memiliki peluang lebih besar untuk terhubung dengan pendidikan, riset, dan jejaring internasional. Kesempatan tersebut dibuka melalui kolaborasi strategis antara Telkom University (Tel-U) dan National University of Singapore (NUS).

Kerja sama yang didorong PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom ini diarahkan untuk memperkuat kualitas pendidikan, kapasitas riset, dan daya saing talenta digital Indonesia. Kolaborasi tersebut juga menjadi upaya mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Tel-U dan NUS sebelumnya telah ditandatangani secara sirkuler. Sebagai penanda dimulainya implementasi kerja sama, kedua institusi menggelar seremoni kolaborasi di Kampus Telkom University Jakarta, Senin (6/7).

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Pujo Setio, Direktur Strategic & Business Development Telkom Seno Soemadji, serta Direktur IT Digital Telkom sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Telkom Faizal Rochmad Djoemadi.

Turut hadir Senior Vice Provost NUS Prof. Bernard C. Y. Tan, Executive Director of The Logistics Institute of National University of Singapore Dr. Robert de Souza, dan Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto.

Perkuat Pendidikan dan Riset Digital

Kerja sama Tel-U dan NUS mencakup bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengembangan talenta digital. Program yang akan dikembangkan meliputi graduate certificate programme, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta penelitian bersama.

Kedua universitas juga akan menjajaki kolaborasi di sejumlah bidang strategis, seperti Artificial Intelligence (AI), bisnis digital, keberlanjutan, Internet of Things (IoT), keamanan siber, logistik dan manajemen rantai pasok, pusat data, serta komputasi awan.

Melalui berbagai program tersebut, Tel-U dan NUS diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan dan memperkuat kapasitas riset. Kerja sama ini juga diarahkan untuk menghasilkan talenta dengan kompetensi yang semakin relevan dengan perkembangan industri digital.

Kemitraan Tel-U dan NUS merupakan tindak lanjut dari inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Singapura di bidang ekonomi digital dan pengembangan talenta.

Inisiatif itu mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ke Singapura pada April 2026. Pertemuan tersebut kemudian menjadi katalis terbentuknya kemitraan strategis antara kedua universitas.

Bagi Telkom, kerja sama dengan NUS menjadi langkah penting untuk memperkuat pengembangan talenta digital dan kapasitas riset yang relevan dengan kebutuhan industri. NUS sendiri menempati peringkat ke-8 dalam QS World University Rankings 2026 dan dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam pendidikan, penelitian, serta inovasi.

Kolaborasi tersebut membuka peluang penguatan kurikulum, pengembangan kapasitas dosen, dan peningkatan riset terapan di Tel-U. Sinergi antara pendidikan dan industri juga diharapkan dapat mendukung transformasi digital Telkom sekaligus memperkuat ekosistem talenta digital nasional.

Direktur Strategic & Business Development Telkom Seno Soemadji mengatakan, transformasi digital tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan pengembangan teknologi. Talenta berkualitas dan ekosistem inovasi yang kuat juga memiliki peran penting.

“Transformasi digital tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga talenta kelas dunia serta ekosistem inovasi yang kuat. Kolaborasi antara Telkom University dan National University of Singapore merupakan langkah strategis untuk memperluas akses talenta Indonesia terhadap jejaring global, pengetahuan, dan praktik terbaik dunia,” ujar Seno.

Menurut Seno, Telkom memiliki peran yang lebih luas dari sekadar penyedia layanan digital. Perusahaan juga berkomitmen menjadi orkestrator yang menghubungkan dunia akademik, industri, pemerintah, dan mitra global untuk mempercepat lahirnya inovasi.

Melalui kolaborasi ini, Telkom turut membangun pipeline talenta digital yang dapat mendukung kebutuhan bisnis perusahaan pada masa depan. Talenta tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap penguatan kedaulatan digital nasional.

“Telkom ingin terus menjadi yang mempertemukan dunia akademik, industri, dan pemerintah. Melalui kolaborasi ini, kami berharap lahir lebih banyak program digital talent exchange, joint research, innovation partnership, hingga pengembangan solusi berbasis AI, cloud, cybersecurity, dan teknologi digital lainnya yang mampu menjawab kebutuhan industri,” kata Seno.

“Kami percaya bahwa inovasi terbaik lahir dari kolaborasi lintas ekosistem, dan melalui sinergi ini kami ingin terus menumbuhkan talenta yang akan menjadi penggerak transformasi digital Indonesia,” lanjutnya.

Buka Akses terhadap Jejaring Global

Kemitraan dengan NUS juga diharapkan dapat memperluas akses sivitas akademika Tel-U terhadap jejaring internasional. Selain memperkuat kualitas pendidikan, kerja sama ini akan mendorong pengembangan riset dan inovasi yang dapat menjawab tantangan regional maupun global.

Senior Vice Provost NUS Prof. Bernard C. Y. Tan menyambut baik kerja sama antara kedua universitas. Menurutnya, kolaborasi ini akan membuka lebih banyak peluang dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan talenta.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan Telkom University dalam memajukan pendidikan, riset, dan inovasi. Kami meyakini kemitraan ini akan membuka berbagai peluang untuk pertukaran pengetahuan, pengembangan talenta, serta riset bersama yang dapat menjawab tantangan di tingkat regional maupun global,” ujar Bernard.

“Kami berharap kolaborasi jangka panjang ini dapat memberikan dampak yang berarti bagi kedua institusi dan masyarakat,” tambahnya.

Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto menilai kerja sama tersebut menjadi momentum penting bagi Tel-U untuk memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang mampu menjembatani dunia akademik dengan perkembangan industri digital global.

“Indonesia masih membutuhkan lebih banyak talenta digital untuk mendukung transformasi digital dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Melalui kemitraan dengan National University of Singapore, kami ingin menghadirkan berbagai program nyata, mulai dari pertukaran akademik, penelitian bersama, hingga pengabdian kepada masyarakat,” ujar Suyanto.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan kualitas lulusan Tel-U sekaligus memberikan pengalaman internasional yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat kualitas lulusan sekaligus memberikan pengalaman global yang semakin relevan dengan kebutuhan industri,” tutup Suyanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nadira Mahasiswi Telkom University Ditemukan Usai Hilang 7 Hari
• 21 jam laludetik.com
thumb
Temuan Kompolnas di Lokasi Bentrok Polisi vs Bandar Narkoba
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Shelter Ojol Gratis 24 Jam Segera Hadir di Terminal hingga Stasiun se-Jakarta
• 2 jam laludisway.id
thumb
Liburan ke Taman Bendera Pusaka Dulu Sebelum Masuk Sekolah
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Inilah Maksud Kedatangan Bakom RI Muhammad Qodari ke Kantor Jaksa Agung
• 1 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.