JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menyiapkan shelter khusus ojek online (ojol) di terminal hingga stasiun.
Shelter ini didirikan agar pengemudi ojek online memiliki tempat parkir gratis di tempat yang telah ditentukan.
Sehingga mereka tidak lagi memarkirkan motornya di trotoar atau parkir liar lainnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin memastikan, shelter ojol tersebut nantinya dapat digunakan secara gratis selama 24 jam.
BACA JUGA:Komisi Ojol 8 Persen Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol
“Seluruh terminal saat ini sudah kami perintahkan untuk membuat shelter. Ini gratis ya, dan juga 24 jam," kata Budi saat meresmikan Shelter Grab Indonesia di kawasan Thamrin-Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Selasa, 7 Juli 2026.
Budi menjelaskan, sebagai percontohan, pihaknya sudah mendirikan shelter ojol di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur.
Kata dia, shelter tersebut akan terus ditingkatkan hingga menjangkau seluruh terminal yang dikelola Pemprov DKI.
BACA JUGA:Komisi V DPR Desak Komdigi dan Kemenhub Terbitkan Aturan Teknis Skema 92:8 Ojol, Ini Alasannya
Budi menambahkan, perluasan shelter juga akan menyasar kawasan stasiun kereta dengan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI).
“Untuk melakukan penataan ini, terutama nanti yang ada di Palmerah,” terangnya.
Selain terminal dan stasiun, Dishub juga akan berkomunikasi dengan pengelola asosiasi properti, pelaku usaha dan pusat perbelanjaan untuk mendirikan shelter bagi pengemudi ojek daring.
BACA JUGA:Anehnya Pendapatan Driver Ojol Berkurang Meski Potongan Aplikasi Turun, Cucun Bilang Begini
Dishub juga kini tengah mencocokkan data lokasi bersama pihak aplikator dan pemilik gedung di setiap wilayah.
“Kami akan menentukan titik-titik mana yang akan kami bangun shelter dan seluruh aplikator yaitu Grab, Gojek juga siap untuk membangun bersama,” pungkas Budi.





