Luncurkan Smart Respons Terintegrasi, BPBD Takalar Target Respons Bencana Lebih Cepat Lewat Sistem Satu Komando

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TAKALAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Takalar menggelar sosialisasi Smart Respons Terintegrasi (SRI Takalar) di Aula Pertemuan BPBD Takalar, Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal BPBD Takalar dalam memperkuat koordinasi penanggulangan bencana melalui sistem berbasis data, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.

Sosialisasi dibuka oleh Kepala BPBD Takalar, Arif Zainal. Hadir pula Kasat Samapta Polres Takalar AKP Ahmad Saleh. Turut hadir perwakilan Kodim 1426 Takalar, Serma Tangke Tabang. Kegiatan juga diikuti Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Takalar Syafaruddin.

Selain itu hadir perwakilan BAZNAS Takalar, Daeng Naja. Kepala Bidang Humas Diskominfo-SP Takalar, Andi Gunawan, turut menghadiri kegiatan sosialisasi tersebut. Sekitar pukul 10.45 Wita, Andi Gunawan mengikuti jalannya pemaparan materi yang disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Takalar, Herlina.

Dalam penjelasan yang diuraikan, Herlina mengatakan Smart Respons Terintegrasi disusun berdasarkan sejumlah regulasi, mulai dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana hingga berbagai peraturan pemerintah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurutnya, inovasi tersebut lahir untuk menjawab berbagai persoalan yang masih dihadapi dalam penanggulangan bencana.

Di antaranya belum terintegrasinya data dan informasi, koordinasi antarinstansi yang masih terhambat ego sektoral, keterbatasan sumber daya, komunikasi yang belum optimal, hingga rendahnya partisipasi masyarakat.

“Smart Respons Terintegrasi dirancang untuk mempercepat respons tanggap darurat melalui integrasi data dan informasi kebencanaan sehingga penanganan bencana menjadi lebih cepat, tepat, efektif, dan terkoordinasi,” ujar Herlina.

Melalui Smart Respons Terintegrasi, seluruh data kebencanaan akan dihubungkan dalam satu sistem sehingga proses penanganan menjadi lebih cepat, tepat, efektif, dan terkoordinasi.

Sistem tersebut memiliki sejumlah fitur utama seperti laporan kejadian bencana, laporan real-time, pemetaan lokasi kejadian, klaster logistik, koordinasi lintas instansi, hingga pengendalian distribusi bantuan agar tidak tumpang tindih.

“Keunggulan inovasi ini adalah respons yang smart, berbasis data, terintegrasi dalam satu komando, menghadirkan kebaruan dalam penanganan bencana, sekaligus memberikan dampak strategis bagi pembangunan dan ketangguhan daerah,” jelasnya.

Herlina menjelaskan implementasi program dibagi dalam tiga tahapan, yakni pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca-darurat. Pada fase pra-bencana, fokus diarahkan pada penguatan sistem, data, koordinasi, dan kesiapsiagaan.

Saat tanggap darurat, seluruh unsur bergerak menggunakan sistem respons cepat berbasis data dalam satu komando. Sedangkan pada tahap pasca-darurat dilakukan evaluasi, penyempurnaan sistem, dan peningkatan kapasitas penanggulangan bencana.

Ia juga memaparkan Standar Operasional Prosedur (SOP) respons darurat 15 menit pertama. Dalam SOP tersebut, laporan masyarakat diteruskan melalui Node Desa menuju Pusdalops 112 untuk diverifikasi sebelum tim TRC, OPD, maupun unsur pendukung lainnya bergerak ke lokasi kejadian.

Usai pemaparan Herlina, materi dilanjutkan oleh Kepala Bidang Humas Diskominfo-SP Takalar, Andi Gunawan, yang menjelaskan pengembangan layanan panggilan darurat 112 sebagai pusat layanan kedaruratan terpadu.

“Ke depan seluruh emergency call akan disatukan menjadi 112 agar masyarakat tidak bingung lagi memilih nomor layanan ketika menghadapi keadaan darurat,” kata Andi Gunawan.

Ia menjelaskan konsep tersebut mengarah pada penyatuan berbagai layanan kedaruratan ke dalam satu nomor nasional.

“Konsepnya sama seperti 911 di luar negeri. Masyarakat cukup mengingat satu nomor saja, yaitu 112, untuk seluruh kondisi kedaruratan,” ujarnya.

Andi Gunawan kemudian memperagakan simulasi panggilan ke layanan 112 yang langsung tersambung dengan operator sebagai bentuk pengenalan sistem kepada peserta sosialisasi.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa layanan 112 di Kabupaten Takalar saat ini belum beroperasi penuh selama 24 jam.

“Untuk saat ini layanan 112 masih beroperasi pada jam kerja ASN, sekitar delapan jam setiap hari, mulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita. Ke depan tentu diharapkan dapat berkembang sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, setiap laporan yang masuk melalui layanan 112 akan diteruskan kepada instansi terkait, seperti BPBD, PSC 119, Dinas Kesehatan maupun Kepolisian sesuai jenis kedaruratan yang dilaporkan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi. (mgs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saat Informasi Tak Sampai ke Telinga Presiden: Pelajaran dari Soeharto
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Kemenag Siapkan Konten Edukasi Pencegahan Perilaku LGBTQ
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Anak menagih perlindungan
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Maling Motor di Bogor Ditangkap Warga, Sempat Ditelanjangi
• 21 jam lalukompas.com
thumb
KemenHAM Akan Mengawal MPLS 2026 untuk Mencegah Perundungan dan Kekerasan di Lingkungan Sekolah
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.