Roberto Martinez resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Timnas Portugal setelah langkah Selecao das Quinas terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kegagalan membawa Cristiano Ronaldo melangkah lebih jauh sekaligus menutup ambisi sang pelatih mempersembahkan trofi Piala Dunia untuk Portugal.
Portugal harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1 pada laga babak 16 besar yang berlangsung di Stadion AT&T, Arlington, Senin (6/7/2026) waktu setempat. Gol tunggal Mikel Merino pada penghujung pertandingan memastikan perjalanan Portugal berakhir lebih cepat.
Hasil tersebut menjadi penutup kiprah Martinez yang telah menangani Portugal selama tiga tahun. Kontrak pelatih asal Spanyol itu memang berakhir pada akhir Juli 2026 dan dipastikan tidak berlanjut setelah kegagalan di Piala Dunia.
Martinez mengonfirmasi bahwa pertandingan melawan Spanyol menjadi laga terakhirnya bersama Portugal. Ia mengaku menerima kenyataan tersebut dengan penuh rasa hormat dan kebanggaan.
"Benar bahwa ini adalah pertandingan terakhir saya bersama Timnas Portugal," ujar Martinez.
Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Portugal yang selama ini terus memberikan dukungan kepada tim nasional. Menurutnya, pengalaman melatih Portugal menjadi salah satu periode paling berkesan dalam karier kepelatihannya.
"Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Portugal karena ini merupakan periode yang luar biasa. Saya tidak bisa menggambarkan betapa bangganya saya atas dukungan dan energi yang diberikan para suporter serta seluruh masyarakat," kata Martinez.
Pelatih berusia 52 tahun itu juga memberikan penghargaan kepada seluruh pemain yang telah bekerja keras selama berada di bawah arahannya. Ia menilai kekuatan utama Portugal bukan hanya kualitas individu, melainkan komitmen kolektif yang dimiliki skuad.
"Saya juga ingin berterima kasih kepada para pemain atas komitmen mereka yang luar biasa. Portugal memiliki banyak talenta hebat, tetapi yang paling penting adalah dedikasi mereka dalam membangun sebuah tim," ujarnya.
Martinez mengakui sejak awal menerima pekerjaan tersebut dirinya memiliki satu target utama, yakni membawa Portugal menjadi juara dunia. Karena target itu gagal tercapai, ia merasa tidak ada alasan untuk melanjutkan pekerjaannya.
Baca Juga: Portugal Tersingkir, Cristiano Ronaldo Dijadikan Kambing Hitam oleh Legenda Manchester United
"Saya datang ke Portugal untuk memenangkan Piala Dunia dan tidak ada gunanya melanjutkan perjalanan ini tanpa keberhasilan tersebut. Federasi kini memiliki kesempatan memilih pelatih baru," ucap Martinez.
Selama memimpin Portugal, Martinez berhasil mempersembahkan satu trofi UEFA Nations League 2024-2025. Namun, pencapaian tersebut belum cukup untuk menghapus kekecewaan akibat kegagalan di panggung Piala Dunia 2026.
Kepergian Martinez juga menambah panjang daftar pelatih yang kehilangan jabatan setelah berakhirnya turnamen. Ia menjadi pelatih ke-12 yang meninggalkan kursi kepelatihan usai timnya gagal memenuhi target di Piala Dunia 2026, baik melalui pemecatan, pengunduran diri, maupun kesepakatan bersama federasi.





