Gelar Forum Kebangsaan, DPP IMM Hasilkan 7 Rekomendasi Strategis

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyelenggarakan Forum Kebangsaan bertajuk "Mencari Jalan Keluar Krisis Kebangsaan: Perspektif Ekonomi, Pendidikan, Keamanan, Geopolitik, dan Aktivisme".

Forum ini merupakan ruang dialog strategis untuk membahas berbagai tantangan yang tengah dihadapi Indonesia.

BACA JUGA: Ketum DPP IMM Desak Presiden Prabowo Cabut Tanda Kehormatan Eks Kepala BGN dan Wakilnya

Forum yang berlangsung di Jakarta, Senin (6/7/2026) ini menghadirkan akademisi, praktisi, pengambil kebijakan, serta aktivis sebagai narasumber utama guna menawarkan gagasan dan rekomendasi kebijakan dalam menjawab persoalan bangsa secara komprehensif.

BACA JUGA: Komentari Upaya Daur Ulang Isu MBG Pakai Dana Zakat, DPP IMM: Penggiringan Opini Negatif Kepada Ketua DPD RI

Akademisi, praktisi, pengambil kebijakan, serta aktivis sebagai narasumber pada Forum Kebangsaan DPP IMM, Senin (6/7/2026). Foto: Dok. DPP IMM 

Ketua Panitia Forum Kebangsaan DPP IMM Muh. Akmal Ahsan menjelaskan Indonesia saat ini menghadapi berbagai persoalan yang saling berkaitan, mulai dari kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, melemahnya partisipasi politik masyarakat, tantangan keamanan nasional, hingga perubahan geopolitik global yang semakin dinamis.

BACA JUGA: Ketum DPP KNPI Ali Hanafiah Dukung Pelibatan Kantin Sekolah Dalam Program MBG

"Berbagai persoalan tersebut membutuhkan ruang dialog yang mampu mempertemukan berbagai perspektif sehingga lahir rekomendasi yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat menjadi solusi nyata bagi pembangunan bangsa," ujar Ahmal Hasan dalam keterangan tertulis pada Selasa (7/7/2026.

Forum Kebangsaan  menghadirkan lima narasumber dengan bidang keahlian yang berbeda.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko mengangkat tema Transformasi Ekonomi untuk Memberantas Kemiskinan.

Budiman membahas tantangan kemiskinan dan ketimpangan, industrialisasi dan hilirisasi, penguatan ekonomi desa, serta agenda transformasi ekonomi menuju Indonesia maju.

Selanjutnya, Pemerhati Intelijen dan Keamanan Nasional Dr. Stepi Adriani menyoroti dari Perspektif keamanan nasional.

Stepi antara lain membahas ancaman keamanan kontemporer, ketahanan nasional, konsep human security, serta strategi memperkuat stabilitas dan integrasi bangsa di tengah perubahan lingkungan strategis global.

Sementara itu, Wakil Dekan IV FKIP UHAMKA Amirullah, S.Pd.I., M.A., memaparkan Peta Jalan Pendidikan Nasional Menghadapi Krisis Kebangsaan.

Amirullah dalam pemaparannya berfokus pada transformasi sistem pendidikan, penguatan kualitas sumber daya manusia yang inklusif dan adaptif, serta penyusunan peta jalan pendidikan nasional sebagai fondasi Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadilan.

Pembicara lainnya adalah Direktur Eksekutif Cyrus Network Hafizul Mizan yang membahas isu persepsi publik terhadap kondisi bangsa.

Dia akan memaparkan hasil survei mengenai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara, persepsi publik terhadap kondisi ekonomi, aspirasi generasi muda mengenai masa depan Indonesia, serta berbagai tantangan sosial-politik yang berkembang sebagai dasar penyusunan kebijakan publik.

Adapun Ketua DPP IMM Bidang Riset dan Teknologi, Muh. Akmal Ahsan membahas tema Aktivisme dan Jalan Keluar Krisis Kebangsaan.

Akmal Ahsan fokus menyoroti krisis representasi politik, peran gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil, aktivisme sebagai instrumen transformasi sosial, serta penyusunan agenda kebangsaan yang berorientasi pada solusi.

Forum Kebangsaan diikuti oleh mahasiswa, akademisi, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, aktivis, pengambil kebijakan, serta masyarakat umum.

Kegiatan ini diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, sesi panel diskusi, dialog interaktif, hingga perumusan rekomendasi sebagai hasil akhir forum.

Melalui penyelenggaraan Forum Kebangsaan ini, DPP IMM berharap dapat membangun ruang dialog yang produktif lintas disiplin dan lintas generasi, sekaligus menghasilkan rekomendasi strategis mengenai transformasi ekonomi, pendidikan, keamanan nasional, geopolitik, serta penguatan aktivisme sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia yang lebih adil, maju, dan berdaya saing.

Dia berharap Forum ini tidak hanya menjadi wadah pertukaran gagasan, tetapi juga menjadi momentum lahirnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan generasi muda dalam merumuskan jalan keluar atas berbagai krisis kebangsaan yang tengah dihadapi Indonesia.

Pada kesempatan itu, Budiman Sudjatmiko menyampaikan dirinya akan menginap di rumah rakyat untuk mengawal hingga memberantas dua musuh, yaitu kemiskinan dan kebodohan.

Setelah pemaparan para narasumber, DPP IMM merekomendasikan tujuh rekomendasi strategis sebagai berikut:

1. Reformasi kelembagaan partai politik, pendekatan ini oenting agar setia parpol tidak berjalan sebagai saluran hasrat kekuasaan bagi pemilik modal.

2. Penguatan lembaga hukum dan hak asasi manusia, hukum tidak dijadikan lagi sebagai penjaga moral bangsa, melainkan sebagai alat kekuasaan untuk menghukum siapa saja yang bertindak tidak sesuai dengan kehendak kekuasaan.

3. Memperjelas Arah Ekonomi Nasional, Cita cita ekonomi Pancasila yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto haruslah sampai ke dapur dapur keluarga dengan bahasa yang mudah dipahami.

4. Pengelolaan Energi dan Sumber Daya Alam yang Berkeadilan, Pemerintah harusnya dapat menyelesaikan konflik sumber daya alam ini dengan pendekatan berbasis kepentingan rakyat lokal, tanpa harus menanggalkan tujuan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

5. Tata Kelola Pendidikan yang Proporsional, Penataan yang rapi akan membuat pemerintah menuai hasil maksimal dan menghindari pemborosan anggaran. Tata kelola pendidikan yang proporsional diharapkan dapat membentuk kepribadian bangsa yang bermartabat menuju mobilitas sosial yang lebih baik.

6. Kedaulatan Informasi dan Etika Ruang Siber, Negara wajib menjamin ruang kebebasan berekspresi secara daring dan tidak menggunakan undang undang transaksi elektronik secara represif untuk memberangus kritik yang sah dari kelompok masyarakat sipil.

7. Pemulihan Kohesi Sosial dan Pengarusutamaan Nilai Moderasi, Negara harus hadir sebagai fasilitator dialog lintas kultural dan tidak membiarkan sikap antiintelektualisme atau radikalisme dogmatis tumbuh subur. Rekonsiliasi sosial ini adalah fondasi mutlak sebelum bangsa ini melangkah menuju cita cita kemajuan materiil.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Sumedang Memastikan Sekolah Rakyat Siap Beroperasi pada September 2026 dengan Progres Pembangunan Capai 87 Persen
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Gubernur Bobby Nasution akan Bangun SMK Unggulan Pariwisata Berkonsep Boarding School di Samosir
• 2 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Serahkan Dokumen Jokowi Kepada Youtuber, PDIP Jawab Zulfan Lindan: Bukan Politik Picisan
• 21 jam lalucumicumi.com
thumb
Menko Zulhas Puji Gerak Menhut Raja Juli Wujudkan Perdagangan Karbon
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
RI-India Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Hilirisasi Pemurnian Logam Tanah Jarang
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.